KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Bakesbangpol Kota Balikpapan menggandeng Densus 88 untuk memberikan pembinaan kepada pelajar SMA. Langkah ini merupakan bagian dari program Gerakan Pemuda Anti-Intoleransi dan Ekstremisme atau GEMPITA yang bertujuan membentengi generasi muda dari paham radikal.
Kepala Bakesbangpol Balikpapan, Elyzabeth L Toruan, mengatakan pelibatan pelajar bertujuan agar mereka bisa menyebarkan pesan positif ke lingkungan pergaulannya. "Mereka juga mendapatkan pembinaan dari beberapa pihak, salah satunya Densus 88. Kami melibatkan pelajar SMA agar nantinya mereka bisa menjadi penyampai pesan kepada teman-temannya," ujar Elyzabeth.
Selain pembinaan langsung, Bakesbangpol turut menggandeng organisasi kepemudaan untuk memotivasi para siswa. Program ini telah berjalan di berbagai sekolah dengan dukungan penuh dari tenaga pendidik.
Baca Juga: Inovasi dan Daya Saing Internasional, UNU Kaltim Gelar Wisuda di Swiss-Belhotel Samarinda
Sebagai strategi perluasan jangkauan, Bakesbangpol akan memanfaatkan kegiatan bersih pantai untuk mengedukasi siswa. Momen ini dipilih untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kerukunan serta cara bijak menggunakan media sosial.
Pemerintah daerah berharap langkah ini mampu menciptakan ekosistem sosial yang kondusif di Balikpapan. Edukasi berkelanjutan dinilai menjadi fondasi utama dalam mengantisipasi potensi intoleransi sejak dini. (*)
Editor : Ery Supriyadi