Sumpah Pemuda Jadi Momennya Generasi Muda Berkarya bagi Bangsa

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:32 WIB
Roro Avrilia Putri Gunawan, Konten Kreator dari Balikpapan
Roro Avrilia Putri Gunawan, Konten Kreator dari Balikpapan

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Peringatan Hari Sumpah Pemuda jadi momentum bagi generasi muda untuk kembali merefleksikan peran dan tanggung jawabnya dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, pemuda dituntut tidak hanya mengikuti perubahan zaman, tetapi memiliki pemikiran kritis, kreativitas, serta keberanian menghadirkan perubahan.

Pandangan tersebut disampaikan Roro Avrilia Putri Gunawan, konten kreator asal Balikpapan kelahiran 2004. Menurutnya, Sumpah Pemuda tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai peringatan seremonial yang diperingati setiap tahun. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam perjalanan dan masa depan Indonesia.

Dia menilai, tantangan pemuda saat ini berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Jika dahulu perjuangan lebih banyak diwujudkan melalui pergerakan fisik dan perjuangan merebut kemerdekaan, kini generasi muda memiliki ruang yang jauh lebih luas untuk berkontribusi melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi hingga industri digital.

Baca Juga: Cara Sanggah Kenaikan Desil Bansos: Syarat dan Syarat Saluran Resminya

"Menurut saya, Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan tahunan. Ini pengingat bahwa generasi muda punya peran besar dalam menentukan masa depan Indonesia," ucapnya.

Roro mengatakan, perkembangan teknologi dan media sosial telah membuka kesempatan bagi anak muda untuk mengekspresikan kemampuan, membangun jejaring, hingga memperkenalkan karya kepada masyarakat yang lebih luas. Bahkan, seseorang kini dapat menciptakan peluang dan mengembangkan potensi tanpa harus berada di pusat industri atau kota besar.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri. Menurutnya, menjadi pemuda di era sekarang tidak cukup hanya dengan mengikuti tren, aktif di media sosial atau sekadar menunjukkan eksistensi di ruang digital. Generasi muda perlu memiliki nilai, wawasan, serta kemampuan untuk memilah informasi yang diterima.

Dia menekankan pentingnya membangun pola pikir kritis agar anak muda tidak mudah terbawa arus informasi maupun terjebak dalam budaya mengejar pengakuan di media sosial. Sebab, popularitas dan jumlah pengikut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang dalam berkarya.

Baca Juga: 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terkendala KTP Luar Daerah

"Di zaman sekarang, menjadi pemuda bukan hanya soal mengikuti tren atau aktif di media sosial. Kita juga perlu punya pemikiran kritis, berani berkarya, terbuka terhadap perubahan, dan mampu membawa dampak positif bagi sekitar," tuturnya.

Sebagai bagian dari generasi muda yang berkecimpung di dunia konten kreatif, Roro melihat ruang digital dapat menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan sekaligus mengembangkan kreativitas. Akan tetapi, menurutnya, setiap anak muda perlu memahami bahwa kebebasan berekspresi juga harus diimbangi dengan tanggung jawab.

Konten yang dibuat tidak semestinya hanya berorientasi pada perhatian publik, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi orang lain. Mulai menyampaikan informasi, memperkenalkan potensi daerah, mengangkat kreativitas lokal, hingga membangun ruang diskusi yang lebih terbuka.

Dia juga menilai generasi muda perlu memiliki keberanian untuk mencoba hal baru dan tidak takut mengambil peluang. Perubahan zaman menuntut anak muda untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan yang berlangsung begitu cepat.

Menurutnya, kesempatan yang dimiliki generasi sekarang merupakan sebuah privilege yang perlu dimanfaatkan secara optimal. Akses informasi semakin terbuka, peluang semakin beragam, sementara teknologi memungkinkan siapa pun untuk menghasilkan karya dan menjangkau audiens lebih luas.

"Pemuda zaman sekarang punya privilege yang luar biasa. Akses informasi terbuka, peluang semakin luas dan teknologi memungkinkan kita menciptakan sesuatu dari mana saja," jelasnya.

Baca Juga: Carrick Tegaskan Peran Vital Bruno Fernandes di Laga Lawan Chelsea

Meski demikian, dia mengingatkan agar kemudahan tersebut tidak membuat generasi muda kehilangan arah. Anak muda perlu memiliki tujuan yang jelas, mengenali potensi diri, serta tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai tolok ukur utama dalam menjalani kehidupan.

Roro percaya setiap individu memiliki perjalanan dan kesempatan yang berbeda. Karena itu, generasi muda perlu berani memiliki mimpi besar, tidak takut tampil berbeda, serta terus mengembangkan kapasitas diri agar mampu bersaing di tengah kompetisi global.

Di sisi lain, keterbukaan terhadap dunia internasional juga harus berjalan beriringan dengan kesadaran menjaga identitas nasional. Menurutnya, generasi muda Indonesia memiliki kesempatan untuk menjelajahi dunia, mempelajari berbagai budaya, serta membangun karier di tingkat global.

Namun, hal tersebut tidak boleh membuat mereka melupakan asal-usul, budaya, dan tanggung jawab terhadap bangsa sendiri. "Kita boleh punya mimpi besar, bersaing secara global, dan menjelajahi dunia. Namun, jangan sampai lupa dengan identitas dan tanggung jawab kita sebagai bagian dari Indonesia," katanya.

Baca Juga: Kisah Sukses UMKM Binaan PHKT, Ubah Limbah Serbuk Kayu dan Sabut Kelapa Jadi Mesin Cuan

Dia menambahkan, rasa cinta terhadap Indonesia tidak cukup hanya ditunjukkan melalui ungkapan atau slogan nasionalisme. Semangat tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dengan meningkatkan kualitas diri, menghargai perbedaan, menjaga lingkungan, mendukung karya anak bangsa, serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif di masyarakat.

Bagi Roro, kontribusi terhadap bangsa tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Anak muda dapat mengambil peran sesuai kemampuan dan bidang yang ditekuni. Pelajar dapat berkontribusi melalui prestasi dan pendidikan, pelaku usaha melalui inovasi dan penciptaan lapangan kerja, sementara kreator digital dapat memanfaatkan platform yang dimiliki untuk menyebarkan gagasan serta memperkenalkan hal-hal positif.

Dia berharap momentum Sumpah Pemuda dapat mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton di tengah perubahan, tetapi berani mengambil bagian dalam menciptakan perubahan tersebut.

"Menjadi anak muda hari ini berarti berani punya mimpi besar, tidak takut berbeda, dan terus mengembangkan diri. Kita boleh menjadi generasi yang modern, ambisius, bahkan berpikir global, tetapi tetap punya kepedulian terhadap lingkungan dan bangsa sendiri," ungkapnya.

Dia menilai, semangat persatuan yang menjadi inti Sumpah Pemuda juga tetap relevan di tengah masyarakat yang semakin beragam. Perbedaan pandangan, latar belakang, maupun pilihan hidup seharusnya tidak menjadi penghalang bagi generasi muda untuk saling mendukung dan membangun kolaborasi.

Menurutnya, kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara individu, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesadaran untuk tumbuh bersama. Kemampuan bekerja sama, menghargai perbedaan, serta memberikan ruang bagi orang lain untuk berkembang menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

Baca Juga: Debut di Derbi Milan, Ruben Amorim Tak Mau Bernasib seperti Chivu

"Karena generasi muda yang hebat bukan yang paling banyak bicara tentang perubahan, melainkan yang berani menjadi bagian dari perubahan itu sendiri," pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Roro Avrilia Putri Gunawan Inspirasi Pemuda generasi muda konten kreator sumpah pemuda