TANJUNG REDEB – Meningkatnya kasus orang hilang di wilayah Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau. Masyarakat yang beraktivitas di laut maupun kawasan hutan diminta lebih mengutamakan keselamatan guna mencegah kejadian serupa kembali terulang.
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Disdamkarmat Berau, Moch Nur Alimi Zain mengimbau masyarakat agar tidak bepergian seorang diri, terutama saat memasuki kawasan hutan atau melaut. Menurutnya, risiko kecelakaan hingga tersesat jauh lebih besar jika beraktivitas tanpa rekan yang dapat membantu dalam kondisi darurat.
Baca Juga: Sulit Urus Izin Galian C, Pemkab Berau Cari Jalan Tengah agar Pembangunan Tak Terhambat
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak pergi sendirian, khususnya saat masuk hutan. Paling tidak berangkat dalam kelompok kecil dua sampai tiga orang supaya ada yang bisa saling membantu jika terjadi sesuatu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aktivitas mencari gaharu, berburu, hingga bekerja di kawasan hutan memiliki risiko cukup tinggi. Medan yang sulit, minimnya akses komunikasi, serta kondisi cuaca yang tidak menentu sering kali menjadi hambatan dalam proses pencarian korban hilang.
Selain itu, masyarakat yang bekerja sebagai nelayan juga diminta selalu membawa alat komunikasi saat melaut. Keberadaan alat komunikasi dinilai sangat penting untuk mempercepat proses pencarian apabila terjadi keadaan darurat di tengah laut.
“Kalau melaut, jangan lupa membawa alat komunikasi. Itu sangat penting karena ketika terjadi sesuatu atau hilang, tim lebih mudah melakukan pencarian melalui komunikasi tersebut,” katanya.
Dalam beberapa waktu terakhir, Disdamkarmat Berau tercatat beberapa kali terlibat dalam operasi pencarian orang hilang, baik di kawasan hutan maupun perairan laut Berau. Kasus terbaru terjadi terhadap warga yang hilang di kawasan hutan Meraang serta seorang nelayan yang sempat dinyatakan hilang di laut.
Baca Juga: Kasus Pelecehan di Berau Terus Berulang, Wabup Minta Pengawasan dan Edukasi Diperketat
Beruntung, kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan. Meski demikian, pihaknya berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kita tidak bisa melarang masyarakat bekerja karena itu untuk mencari nafkah keluarga. Tapi setidaknya kami mengingatkan agar keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat juga perlu memperhatikan kesiapan perlengkapan sebelum berangkat, seperti membawa bekal yang cukup, alat penerangan, perlengkapan navigasi sederhana, serta memastikan keluarga mengetahui lokasi tujuan.
Menurutnya, langkah antisipasi sederhana tersebut dapat membantu mempercepat proses pencarian apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
Disdamkarmat Berau juga terus memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah kampung, relawan, hingga masyarakat dalam setiap proses penyelamatan dan evakuasi.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya keselamatan saat beraktivitas di lapangan. Jangan menganggap sepele karena kondisi di hutan maupun laut bisa berubah sewaktu-waktu,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan