KALTIMPOST.ID-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Berau. Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Teluk Bayur pada Minggu (7/6) itu menghanguskan sekitar empat hektare lahan milik warga dan memicu respons cepat dari tim gabungan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau Aldho mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 12.20 Wita.
Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Posko Labanan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman awal. “Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman,” ujarnya.
Baca Juga: Stefan Keeltjes Resmi Bertahan di Kendal Tornado FC, Bidik Promosi ke Liga 1 Musim 2026/27
Namun, kondisi cuaca yang kering membuat api cepat membesar dan merambat ke area sekitar. Untuk mencegah kebakaran meluas, BPBD Berau mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya.
Menurut Aldho, proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena vegetasi yang kering membuat api mudah menyebar. Hingga sekitar pukul 16.30 Wita, petugas masih berupaya memadamkan titik-titik api yang tersisa di lokasi kejadian.
“Karena api berkembang cukup cepat, personel gabungan langsung turun membantu proses pemadaman agar kebakaran tidak semakin meluas,” katanya.
Berdasarkan data sementara, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar empat hektare. BPBD menduga kebakaran dipicu aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar. Dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak terkait.
“Dugaan sementara akibat pembukaan lahan. Kondisi cuaca yang cukup kering membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan,” jelasnya.
Atas kejadian tersebut, BPBD Berau mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat cuaca panas dan curah hujan rendah.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena risikonya sangat tinggi dan dapat membahayakan lingkungan maupun masyarakat sekitar,” tegas Aldho.
Sementara itu, Kepala BMKG Berau Ade Heryadi mengatakan wilayah Berau saat ini tengah memasuki periode musim kering yang umumnya terjadi sebelum masa peralihan musim. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya karhutla di sejumlah wilayah.
Menurutnya, suhu udara yang cenderung panas dan berkurangnya intensitas hujan membuat lahan lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Cuaca saat ini masih cenderung panas. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada agar tidak terjadi kebakaran yang lebih luas,” pungkasnya. (aky/kpg/rd)
Editor : Romdani.