TANJUNG REDEB – Kabut asap menyelimuti pesisir selatan Kabupaten Berau, Kamis (17/9) pagi. Kondisi udara di Kecamatan Biduk-Biduk tercatat masuk kategori tidak sehat berdasarkan hasil pengukuran Puskesmas Biduk-Biduk.
Pengukuran yang dilakukan sekitar pukul 08.49 Wita di halaman Puskesmas Biduk-Biduk menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 mencapai 141 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Sementara konsentrasi PM10 tercatat 266 µg/m³.
Hasil pengukuran di dalam ruangan juga menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda. Konsentrasi PM2.5 tercatat 141 µg/m³, sedangkan PM10 mencapai 270 µg/m³.
Puskesmas Biduk-Biduk menyampaikan kondisi tersebut kepada masyarakat sebagai udara tidak sehat atau buruk. Konsentrasi PM2.5 yang terukur juga berada jauh di atas angka 25 µg/m³ yang dicantumkan sebagai standar pembanding dalam informasi pengukuran.
PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Paparan dalam konsentrasi tinggi dapat memicu iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma.
Baca Juga: Hotspot Turun Drastis tapi Kabut Asap Makin Pekat, Bikin Kualitas Udara Kaltim Memburuk
Sementara PM10 merupakan partikulat berukuran lebih besar yang juga dapat masuk ke saluran pernapasan dan berdampak terhadap kesehatan apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi.
Kondisi udara kabur juga tercatat dalam pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk wilayah Perairan Berau. Pada pukul 03.00 Wita, BMKG mencatat kondisi udara kabur dengan suhu 29 derajat Celsius dan kelembapan 74 persen.
Kondisi tersebut terjadi ketika Berau masih menghadapi persoalan kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebelumnya, Pemkab Berau juga menyampaikan bahwa kabut asap di sejumlah wilayah telah berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan Berau mencatat 3.587 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada periode pekan ke-29 hingga ke-33 atau sekitar Juli–Agustus 2026.
Namun, hasil pengukuran Puskesmas Biduk-Biduk tersebut belum dapat digunakan untuk memastikan sumber atau penyebab tingginya konsentrasi PM2.5 dan PM10. Data tersebut menggambarkan kondisi kualitas udara pada lokasi dan waktu pengukuran.
Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker yang sesuai.
Puskesmas juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang dapat menambah partikulat di udara. Warga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.
Kelompok masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kualitas udara belum membaik.
Editor : Muhammad Ridhuan