BALIKPPAN - Memasuki Ramadan, pedagang musiman semakin bermunculan di berbagai sudut Balikpapan. Pasar Pandansari dan Kebun Sayur kurang lebih terdapat lebih dari 50 lapak. Para pedagang ini menawarkan beragam makanan, mulai hidangan ringan hingga berat. Yang paling diminati adalah makanan takjil seperti berbagai jenis gorengan.
Pemerintah daerah melalui Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan Haemusri Umar menyampaikan, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pedagang kaki lima ini. Pemerintah melihatnya sebagai kesempatan untuk mengembangkan aktivitas perekonomian lokal, serta memberikan panggung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam upaya memajukan sektor UMKM, Pemerintah Balikpapan pun memberikan perhatian khusus kepada pelaku UMKM, dengan berbagai program dan fasilitas. "Setiap tahunnya, selama Ramadan penjaja makanan kaki lima untuk berbuka puasa atau takjil kian ramai. Dinas Perdagangan Balikpapan juga ikut mengikuti aktivitas pedagang tersebut, termasuk yang berada di pasar," ucap Haemusri, Selasa (12/3).
Namun, Dinas Perdagangan Balikpapan juga memberikan peringatan kepada para pedagang, agar tidak mengganggu ketertiban jalan dan lalu lintas kota. Pedagang diingatkan untuk tidak menggunakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi hilirisasi masyarakat, seperti trotoar ataupun tepi jalan, demi menjaga kelancaran arus lalu lintas serta keamanan bersama.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah serta peringatan dari Dinas Perdagangan, diharapkan pedagang musiman dapat menjalankan kegiatan mereka dengan tertib dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian serta kehidupan masyarakat Balikpapan selama bulan Ramadan.
"Kami sangat mendukung pertumbuhan/kreativitas UMKM, namun juga mengimbau kepada pedagang jangan berjualan di atas fasilitas pemerintah yang diperuntukkan guna penertiban yang dapat mengganggu kenyamanan umum," lanjutnya.
Bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, dalam waktu dekat Dinas Perdagangan juga akan mengambil sampel bahan makanan, sekaligus sidak di beberapa titik di Balikpapan. Sampel tersebut digunakan untuk memastikan, bahwa makanan yang dijual tidak terdapat kandungan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
"Sejauh ini tidak ada pelanggaran. Dan kami juga meminta kepada pedagang agar senantiasa memelihara lingkungan, agar tetap bersih dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas," pesannya. (ndu/k15)
ULIL MUAWANAH
Yin.khazan@gmail.com
Editor : Nugroho Pandu Cahyo