BALIKPAPAN-PT Indofood CBP Sukses menggelar buka puasa bersama mitra, relasi, dan distributor termasuk awak media. Kegiatan itu untuk mempererat silaturahmi. Kepala Cabang PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Noodle-Banjarmasin Widji Sasongko turut hadir dalam acara yang berlangsung, Rabu (27/3). Di kesempatan tersebut, pria asal Jogjakarta itu mengapresiasi atas kerja sama yang telah terjalin baik selama ini, termasuk kepada insan pers.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) memiliki 17 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia. Termasuk di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Di samping itu, dia menyampaikan, sejak awal 2024 penjualan produk terus mengalami pertumbuhan signifikan. Apakah itu berkaitan dengan lonjakan berbagai harga bahan pokok, terlebih beras yang tengah viral, Widji mengaku tidak mengetahui pasti. Namun, ICBP telah dikenal masyarakat, termasuk beberapa brand-nya yang melegenda seperti Indomie, Sarimi, Sakura, dan Pop Mie terus menjadi pemain utama.
Memasuki bulan puasa, dikatakan terjadi pertumbuhan di beberapa daerah. Jelang masa Lebaran pun menjadi peak season di berbagai daerah. Karena permintaan hampers menggunakan produk ICBP juga tinggi.
Terutama Kaltim, di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan efek positif terhadap jumlah konsumen yang turut mengalami peningkatan. Seiring semakin banyaknya pendatang maupun pekerja di Sepaku.
“Pertumbuhan pasti ada. Dari awal tahun (2024) kami mengalami pertumbuhan. Saat ini, sekitar 8-10 persen, merata di seluruh daerah sangat bagus. Ditambah IKN membuat permintaan akan keperluan makanan bagi pekerja di Sepaku ikut bertambah,” ungkapnya.
Kendati dia tak menjelaskan secara gamblang, penjualan produk ICBP selalu dicari di pasaran. Terlebih, perusahaan terus melakukan inovasi. Seperti dengan menghadirkan berbagai varian rasa pada mi instan. Terbaru, Indomie mengenalkan rasa rawon pedas, sebelumnya ada pula varian ramen.
“Kami ingin mengangkat dan mengenalkan menu-menu Nusantara. Di Kaltim yang paling banyak dicari varian rasa coto makassar. Di Kalsel orang suka soto banjar limau kuit,” sebutnya.
Secara nasional, ICBP membukukan laba senilai Rp 6,9 triliun pada 2023. Laba bersih tersebut meningkat 52,38 persen dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 4,58 triliun.
ICBP mencatatkan pertumbuhan penjualan netto konsolidasi sebesar 5 persen menjadi Rp 67,91 triliun dibandingkan tahun 2022. Sementara laba usaha naik 8 persen menjadi Rp 14,39 triliun dari Rp 13,38 triliun, dan margin laba usaha meningkat menjadi 21,2 persen dari 20,6 persen.
Sebagaimana diungkap Direktur Utama dan CEO ICBP Anthoni Salim. Di tengah berbagai tantangan global dan melemahnya daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, dengan gembira ia melaporkan bahwa ICBP berhasil menyesuaikan diri di tengah dinamika pasar dan mampu memberikan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas.
Anthoni memprediksi perekonomian Indonesia akan tetap tangguh. Sehingga, kondisi tersebut mendukung rencana ICBP terus menyeimbangkan pertumbuhan penjualan dan profitabilitas serta tetap mempertahankan neraca keuangan yang kuat. “Selain itu, kami akan mencermati perkembangan kondisi makro secara global agar bisa menyesuaikan strategi kami dengan perkembangan yang terjadi,” kata Anthoni.
Berdasarkan segmen laba, mi instan menyumbang penjualan bersih terbesar senilai Rp 50,43 triliun atau naik 6,23 persen dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 47,47 triliun. Kemudian, segmen dairy tercatat senilai Rp 9,12 triliun.
Pendapatan ICBP lainnya termasuk penjualan makanan ringan senilai Rp 4,24 triliun, penyedap makanan senilai Rp 3,67 triliun, nutrisi dan makanan khusus senilai Rp 1,21 triliun, dan minuman senilai Rp 1,6 triliun.
Dari lokasi pelanggan, penjualan ICBP terbesar terletak di Indonesia sebesar Rp 47,62 triliun. Disusul penjualan di Timur Tengah dan Afrika sebesar Rp 16,15 triliun, lain-lain senilai Rp 2,54 triliun, dan Asia lainnya senilai Rp 1,58 triliun. (rom/k15)
Editor : Romdani.