Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Buka Peluang Ekspor ke Australia

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 28 Mei 2024 | 13:30 WIB
POTENSIAL: Komoditas yang berpotensi diekspor ke Australia di antaranya pisang kepok hingga herbal.
POTENSIAL: Komoditas yang berpotensi diekspor ke Australia di antaranya pisang kepok hingga herbal.

SAMARINDA – Pemerintah daerah tengah menggiatkan komoditas ekspor untuk produk nonmigas selain batu bara. Berbagai kolaborasi dilakukan untuk pengembangan terkait. Khususnya, bagi UMKM potensial yang barangnya sesuai dengan negara tujuan eksportir.

“Setiap tahunnya, ada sekitar 200-300 ton sarang walet dari Kaltim yang dikirim ke Jawa dan Sulawesi. Pintu ekspornya di daerah sana, jadi memang ada potensi,” beber Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim Heni Purwaningsih, Senin (27/5).

Secara mandiri, awal April lalu Kaltim juga berhasil ekspor perdana rumput laut ke Xiamen, Tiongkok. Apalagi, produk terkait juga telah dalam proses pengembangan hilirisasi turunan, sehingga memiliki nilai jual lebih. Ekspor nonmigas diakui semakin berkembang. “Kaltim berkomitmen, agar produk nonmigas di luar batu bara serta turunannya bisa jadi perhatian. Salah satunya ini juga membuka peluang pasar ke Sydney, Australia,” lanjut Heni.

Kepala Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Sydney Australia, Christhophorus Barutu menyebut jika Kaltim memiliki banyak potensi produk untuk ekspor. Dikatakan jika Indonesia merupakan partner dagang terbesar ke-13 bagi Australia dengan total nilai perdagangan USD 11,4 miliar pada 2023 lalu.

Disebutkan jika potensi Kaltim yang bagus untuk ekspor ke Australia utamanya pada sumber daya alam. Seperti pisang kepok hingga herbal yang diakuinya memiliki keunikan dan bisa diterima pasar.

“Produk ekspor dari Indonesia ke Australia itu paling banyak bahan bakar mineral dengan nilai USD 419 juta, lalu elektronik USD 319 juta, reaktor nuklir USD 280 juta, kayu USD 191 juta. Ada juga fesyen, alas kaki USD 187 juta dan pakaian non rajutan USD 176 juta serta rajutan USD 77 juta,” papar Chris.

Dia juga menuturkan tentang tren konsumen di Negeri Kanguru tersebut. Mulai dari pakaian, seperti prioritas kenyamanan, tren mode klasik, warna basic hingga pakaian seasonal. Sehingga, dapat disesuaikan dengan potensi UMKM fesyen di Kaltim.

Dari sisi kuliner, Chris menyebut jika cenderung peduli pada kandungan nutrisi dan keberlanjutan. Kemudian juga dari segi kemasan. “Dari segi gaya hidup, itu suka dekorasi. Makanya saat pandemi, pasar ekspor untuk barang kerajinan, furnitur itu paling tinggi permintaan dari Australia ke Indonesia,” sambungnya.

Melihat potensi produk makanan dan minuman yang tumbuh baik di Kaltim, Chris juga menyampaikan jika tentu harus sudah siap. Apalagi dari segi kemasan atau labeling. Mulai dari penggunaan bahasa Inggris di kemasan.

“Cantumkan country of origin, nutrition fact juga penting. Perhitungkan juga health star rating, serta sertifikasi yang sudah dibuat. Sebab gaya hidup masyarakat Australia suka bersih dan sehat. Harus ada alamat eksportir dan importir,” kata dia.

Utamanya adalah paham dan mengenali produk secara detail. Bahan baku, alat yang digunakan hingga harga yang ditawarkan. Lalu, etika bisnis juga menjadi poin penting yang disampaikan Chris. Bahwa saat bertemu rekan dagang, cermati etika bisnis agar transaksi berjalan lancar. Aturan yang berlaku di negara tujuan juga jangan sampai dilewatkan. Biasanya mencakup ketentuan ekspor, perjanjian dagang hingga bea masuk.

“Perhatikan labeling seperti yang saya sebut sebelumnya. Kemudian persiapkan commercial contract, isinya hak dan kewajiban supplier serta buyer. Lalu jadwal pengiriman, harga, asuransi dan pertanggungjawaban produk, wanprestasi atau kejadian tak terduga hingga penyelesaian sengketa. Serta terakhir, siapkan moda transportasi. Apakah lewat udara atau kapal, kalkulasi biaya,” paparnya.

Visinya adalah penggerakan produk ekspor di luar migas serta batu bara. Dengan langkah pemasaran, intelijen pasar untuk mengumpulkan data, koneksi, penetrasi pasar hingga perdagangan dua arah. (ndu/k15)

RADEN RORO MIRA

@rdnrrmr

Editor : Nugroho Pandu Cahyo