Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Inflasi Akhir Tahun di Balikpapan Terkendali

Ulil Mu'Awanah • Senin, 6 Januari 2025 | 06:05 WIB
TERKENDALI: Harga beberapa bahan pokok seperti beras, sawi hijau dan bawang merah masih mengalami kenaikan pada momen akhir tahun kemarin.
TERKENDALI: Harga beberapa bahan pokok seperti beras, sawi hijau dan bawang merah masih mengalami kenaikan pada momen akhir tahun kemarin.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Lonjakan harga di Balikpapan pada akhir tahun 2024 berhasil diredam. Ini terlihat dari tingkat inflasi pada Desember lalu yang tercatat sebesar 1,11 persen (year on year/yoy). Mencerminkan kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 105,98 pada Desember 2023 menjadi 107,16 pada Desember 2024.

Meski inflasi relatif rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya, berbagai faktor yang memengaruhi harga komoditas tetap menjadi perhatian. Kenaikan harga beberapa komoditas, terutama di sektor makanan dan perawatan pribadi menunjukkan adanya tekanan terhadap daya beli masyarakat Balikpapan.

"Kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang naik sebesar 3,54 persen. Selain itu, harga beberapa bahan pokok seperti beras, sawi hijau dan bawang merah juga mengalami kenaikan," ujar Marinda Dama Prianto, selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, akhir pekan lalu.

Diakui, Balikpapan yang kini semakin berkembang sebagai pusat ekonomi dan perdagangan di Kaltim masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku. Banyak komoditas penting yang masih didominasi oleh pengiriman dari luar daerah, terutama dari Jawa dan Sulawesi.

"Bahkan dengan adanya sejumlah produksi lokal, kebutuhan akan pasokan bahan baku utama seperti bahan pangan dan barang kebutuhan pokok lainnya masih sangat bergantung pada distribusi dari luar daerah," kata Marinda.

Keterbatasan pasokan bahan baku dari luar daerah menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga. “Inflasi yang tercatat pada sektor-sektor tertentu, seperti perawatan pribadi dan makanan, sebagian besar dipengaruhi oleh biaya distribusi dan logistik. Terutama dengan tingginya permintaan akibat pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya jumlah penduduk yang berdampak pada kebutuhan akan komoditas,” tambahnya.

Apalagi, seiring dengan berkembangnya Balikpapan sebagai kota dengan aktivitas ekonomi yang semakin sibuk, peran distribusi barang dan kelancaran pasokan menjadi faktor kunci dalam menjaga kestabilan harga. Ia melanjutkan, sektor transportasi juga terpengaruh, meskipun tercatat deflasi, dengan harga angkutan laut yang berperan penting dalam mendistribusikan barang ke Balikpapan.

"Meskipun terjadi deflasi di sektor transportasi, faktor biaya distribusi tetap berkontribusi pada harga barang yang lebih tinggi," jelasnya.

Secara persentase, meski ada kenaikan harga beberapa komoditas, tingkat inflasi pada Desember 2024 relatif lebih rendah dibandingkan Desember 2023 yang tercatat 3,60 persen dan Desember 2022 yang mencapai 5,51 persen. Situasi ini menggambarkan stabilitas harga di tengah pertumbuhan Balikpapan sekarang.

"Secara umum, inflasi di Balikpapan masih dalam kendali meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang semakin tinggi, ya tentunya akan memengaruhi pola konsumsi dan distribusi barang," ujar Marinda. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#harga beras #Harga Bahan Poko Naik #harga bahan pokok #inflasi