//INDUSTRI//
KALTIMPOST.ID-Berdasarkan hasil pemutakhiran Direktori Perusahaan Awal (DPA) 2024, jumlah perusahaan industri manufaktur skala besar dan sedang (IBS) di Kaltim tercatat 306 perusahaan. Balikpapan mendominasi dengan 101 perusahaan atau 33,01 persen dari total IBS di Benua Etam.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, dengan perkembangan jumlah perusahaan industri dari waktu ke waktu (karena adanya perusahaan yang baru, pindah, dan tutup), maka BPS memutakhirkan (update) direktori itu dengan cara yang seksama setiap awal tahun.
“Pemutakhiran ini didasarkan atas hasil pencocokan (matching) daftar nama dan alamat perusahaan di instansi terkait. Seperti, Kementerian Perindustrian, Kementerian Tenaga Kerja, asosiasi, pemerintah daerah, dan lainnya dengan direktori BPS. Daftar perusahaan hasil matching yang ternyata belum tercatat di direktori BPS, dicek lapangan untuk memastikan keadaannya apakah aktif atau tidak,” jelas Yusniar.
Lalu posisi kedua ditempati oleh Samarinda dengan 19,28 persen atau tercatat 59 perusahaan. Disusul Kutai Kartanegara sebesar 13,07 atau 40 perusahaan. Lalu di posisi keempat Kutai Timur dengan 34 perusahaan, Paser ada 22 perusahaan, dan Berau dengan 17 perusahaan. Kutai Barat terdapat 12 perusahaan, Penajam Paser Utara (PPU) dan Bontang sama-sama memiliki 10 perusahaan. Di Mahakam Ulu, hanya ada satu perusahaan.
Yusniar menyebut, ada tiga sektor industri dengan jumlah perusahaan terbanyak yakni industri makanan, jasa reparasi, pemasangan mesin dan peralatan, serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia. Industri makanan mendominasi dengan 135 perusahaan atau 44,12 persen dari total IBS, didominasi oleh industri minyak kelapa sawit (CPO).
Sektor jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan mencakup 18,30 persen, meliputi berbagai usaha perbaikan kapal, mesin hidrolik, dan alat berat. Sementara industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia berkontribusi sebesar 5,23 persen, dengan produk utama seperti pupuk kimia dan gas industri.
“Industri makanan dan jasa reparasi merupakan dua sektor dari perusahaan IBS dengan jumlah terbanyak selama 2017 hingga 2024,” ungkap Yusniar.
“Sistem pemutakhiran menggunakan sistem aplikasi yang berbasis CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing). Aplikasi ini dirancang untuk memenuhi keperluan manajemen survei industri dan pemutakhiran direktori di BPS Kaltim dan BPS kabupaten/kota,” pungkasnya. (rd)
RADEN RORO MIRA
@rdnrrmr
Editor : Romdani.