KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sama seperti momen Imlek tahun lalu, kali ini Yuliyanah juga hadirkan kemasan berbeda untuk hampers yang dia buat. Bukan beli jadi, namun desain sendiri. Itulah yang menurutnya menambah nilai jual lebih.
"Jadi ketika dikasih ke orang itu rasanya beda, spesial. Karena kotak dan tasnya itu punya desain beda. Jadi aku memang pengin beda. Desain kemasan ini sudah dibuat sejak tahun lalu. Jadi aku selalu konsep itu setiap habis Lebaran. Nanti habis bulan April ini, aku langsung desain kemasan khusus untuk hampers Natal 2025, Imlek 2026 dan Lebaran 2026," bebernya.
Harga hampers yang ditawarkan beragam, mulai Rp 77 ribu hingga Rp 640 ribu. Dengan isian mulai mochi, lapis legit atau kombinasi keduanya. Usaha yang dia geluti sejak 2013 dengan nama Norenzoe Kitchen itu memang selalu menyediakan hampers pada berbagai momen Hari Raya.
Perempuan yang biasa disapa Yuli itu menyebut jika terjadi penurunan pesanan tahun ini. Justru Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili tahun lalu lebih banyak catatkan pesanan. "Kalau bicara omzet menurun, sampai sekarang saya cek itu ada sekitar Rp 130 juta. Tahun lalu bisa sampai Rp 200 juta. Yang bikin naik itu karena harga lapis legit, itu juga yang lumayan penjualan," terangnya Selasa (28/1).
Disebutkan jika mochi lebih banyak dipesan untuk dikirim sebagai hampers. Sedangkan lapis legit, selain untuk saling memberi, juga untuk konsumsi pribadi. "Soalnya lapis legit itu jadi salah satu makanan khas atau tradisi dalam perayaan Imlek," lanjutnya.
Sebagai penganan yang menjadi bagian dari tradisi, pemesanan lapis legit masih terus Yuli layani hingga H-1. Disebutkan jika yang untuk konsumsi pribadi, kebanyakan pesan mendadak. Sebab ingin kudapan tersebut hadir di meja makan sebelum makan malam sambut Imlek.
Jika tahun sebelumnya dia biasa pekerjakan hingga 15 karyawan freelance khusus edisi Imlek, tahun ini hanya 10 orang. Dalam pengamatannya, tahun ini banyak orang memilih untuk bepergian atau liburan ke luar daerah. Hal itu juga Yuli perhatikan dari bergesernya permintaan pengiriman hampers.
"Biasa mulai H-3 itu sudah menggila antaran, sampai H-1 itu makin lagi ramai. Tapi tahun ini pada minta diantar cepat, soalnya sebelum pada pergi liburan. Untuk berbagai hampers masih ready sampai hari H" ungkap Yuli.
Selain itu, tahun lalu dirinya bisa tembus produksi hingga 1.600 mochi sehari untuk dikirim sebagai hampers. Namun tahun ini hanya sekitar 1.000. Namun hal itu tak jadi masalah, menurutnya tetap menjadi berkat dan rezeki. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo