Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Angka Kunjungan ke Kaltim Melonjak, Balikpapan Tertinggi, Wisatawan Tiongkok Mendominasi

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 12 Februari 2025 | 08:05 WIB
KENAIKAN: Tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Kaltim naik hingga 305,58 persen, dengan warga negara Tiongkok paling banyak.
KENAIKAN: Tren kunjungan wisatawan mancanegara ke Kaltim naik hingga 305,58 persen, dengan warga negara Tiongkok paling banyak.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sepanjang 2024, Kalimantan Timur mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga 55.005 orang. Menurut sebaran daerah, Balikpapan jadi yang tertinggi dengan 36.450 kunjungan. Dijelaskan Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim Restiawan Baihaqi, hal itu wajar karena Kota Minyak merupakan pintu masuk utama dan satu-satunya bagi wisatawan asing.

Hanya ada jalur udara untuk wisman masuk ke Kaltim yakni lewat Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Kecuali, wisman yang lewat jalur darat melalui provinsi tetangga atau menyeberang dari pulau lain. Namun kebanyakan, masuk lewat Balikpapan.

Dikatakan pria yang karib disapa Eki itu, tujuan wisman rata-rata adalah untuk urusan pekerjaan. Setelah itu, baru pelesiran. Apalagi Balikpapan jadi salah satu kota industri dengan banyak pendatang. Beberapa perusahaan, dijelaskan Eki memiliki jadwal shifiting karyawan asing.

“Jadi, wisman ini kebanyakan double. Datang untuk bekerja, nanti baru wisata. Mereka kalau menginap pasti enggak satu-dua hari, biasanya long stay. Bisa satu minggu bahkan bisa sampai satu bulan. Mereka mengunjungi daya tarik wisata (DTW) itu sudah masuk hitungan kunjungan. Misal kulineran, jalan-jalan,” bebernya.

Data yang mereka himpun dan olah dari dinas terkait di kabupaten/kota, wisman asal Tiongkok menduduki peringkat tertinggi yakni 2.354 kunjungan. Disusul asal Australia dengan 620 kunjungan. Lalu dari Negara Kincir Angin dengan 574 kunjungan.

Kaltim juga cukup populer bagi turis Jerman dengan 550 kunjungan. Lalu berbagai negara lain yakni Amerika Serikat, Italia, Inggris, Perancis, Polandia, Spanyol, Swiss, Belgia dan lainnya. Kebanyakan memang negara-negara Eropa.

“Tapi itu data baru dari dua daerah yakni yang ke Berau dan Kutai Kartanegara, baru dua daerah ini yang mendata wisman berdasarkan asal daerah. Angkanya pasti lebih tinggi lagi. Dua daerah ini juga yang catatkan kunjungan wisman terbanyak, di luar Balikpapan dan Samarinda yang memang pintu masuk ya,” lanjut Eki.

Diungkapkan Eki, Berau dan Kutai Kartanegara adalah surga bagi destinasi alam. Berau dengan pesona wisata bahari yang sudah mendunia. Disusul Kutai Kartanegara dengan keindahan hutan dan sungai. Merupakan magnet utama wisman yang notabene mencari tempat wisata alami.

Samarinda catatkan kunjungan 8.281. Kunjungan wisman ke Berau tercatat 4.294. Sedangkan untuk yang Kutai Kartanegara, yakni 3.806. Selanjutnya Bontang yakni 1.484. Daerah lain, angkanya tak lebih dari 500 kunjungan.

Terjadi peningkatan jumlah wisman setiap tahunnya. Peningkatan positif itu dikatakan Eki karena hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Itu juga yang menjadi “jualan” mereka untuk menarik wisatawan nusantara khususnya, lewat agenda table top meeting. Dari sana, dikatakan Eki cukup signifikan menaikkan minat kunjungan.

Terjadi kenaikan 45 persen kunjungan wisman dibanding 2023. Capaian positif tersebut diharapkannya dapat tetap terjaga bahkan lebih lagi pada tahun ini. Untuk informasi, Dispar Kaltim berhasil melewati target wisman 2024 yakni dari 18.000 kunjungan, terealisasi 305,58 persen.

BORNEO BAY JADI TUJUAN

Borneo Bay City semakin dikenal sebagai destinasi wisata di Balikpapan, dengan fasilitas lengkap yang terus berkembang. Pengelolaan yang baik dalam aspek fasilitas, perawatan, dan keamanan telah membuat kawasan ini menjadi pilihan bagi para pengunjung, baik untuk tinggal maupun berlibur.

Terutama selama libur Natal, tahun baru, hingga libur nasional di pengujung Januari 2025, turut mendongkrak okupansi Borneo Bay City. Pada hari-hari biasa, okupansi apartemen ini berada pada kisaran 60 persen. Namun, saat libur panjang lalu, tingkat hunian bisa melonjak hingga 70 persen.

"Pada masa libur ataupun weekend, okupansi kita bisa mencapai 70 persen," ungkap Manager Apartemen Borneo Bay Residence Derwin Tresna.

Peningkatan okupansi ini, menurutnya, menunjukkan bahwa Borneo Bay terus menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Balikpapan.

Derwin juga menambahkan bahwa pengelolaan fasilitas dan keamanan di Borneo Bay Residence berjalan dengan lancar dan tetap terjaga kualitasnya. Hal ini berkat perhatian penuh dari manajemen dalam memastikan kenyamanan para pengunjung.

"Fasilitas dan keamanan sejauh ini bisa dilayani dengan baik, dan kami terus berupaya agar layanan tetap maksimal," kata Derwin.

Meskipun saat ini fasilitas yang ada sudah cukup memadai, Derwin menegaskan bahwa pihaknya belum berencana menambah fasilitas baru dalam waktu dekat. Sebaliknya, fokus manajemen adalah untuk memaksimalkan penggunaan fasilitas yang sudah ada, seperti kolam renang dan gym, yang menjadi daya tarik utama bagi para penghuni dan pengunjung.

Borneo Bay juga sering menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan, seperti gathering dan acara lainnya. Baru-baru ini, bahkan ada permintaan dari tenant untuk mengadakan acara pernikahan di lokasi tersebut. "Kami terus terbuka untuk berbagai kegiatan yang bisa dilaksanakan di sini, termasuk kegiatan baru seperti wedding yang diajukan oleh tenant," ujar Derwin.

Untuk urusan pemasaran, Derwin mengatakan, pihaknya tidak bergantung pada agen perjalanan tertentu. Sebab, setiap unit apartemen di kompleks tersebut memiliki agennya sendiri. "Kami sudah memiliki agen kami sendiri untuk setiap unit, jadi kami tidak terikat dengan agen perjalanan tertentu," ujar Derwin. (dwi)

 

Editor : Duito Susanto
#kaltim #wisatawan mancanegara #balikpapan #kunjungan