BALIKPAPAN - Neraca perdagangan Balikpapan pada Desember 2024 mencatatkan surplus sebesar USD 200,30 juta. Meskipun sektor nonmigas mencatatkan surplus yang signifikan, sektor migas justru mengalami defisit yang cukup besar.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, sektor nonmigas pada Desember 2024 mencatatkan surplus sebesar USD 447,37 juta, sementara sektor migas tercatat defisit sebesar 247,07 juta dolar.
"Meskipun sektor nonmigas memberikan kontribusi positif yang besar terhadap neraca perdagangan, defisit sektor migas cukup memengaruhi kinerja perdagangan kita pada bulan tersebut," ujar Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.
Selama periode Januari hingga Desember 2024, neraca perdagangan Balikpapan tercatat mengalami surplus kumulatif sebesar USD 2.052,23 juta. Surplus ini didorong oleh sektor nonmigas yang berhasil membukukan surplus sebesar USD 4.321,46 juta, sementara sektor migas mengalami defisit USD 2.269,23 juta.
Adapun, total impor Balikpapan pada Desember 2024 tercatat sebesar USD 459,88 juta, meningkat sebesar 53,98 persen dibandingkan dengan nilai impor bulan sebelumnya. "Peningkatan impor ini terutama disebabkan oleh kenaikan impor migas yang cukup signifikan, terutama pada komoditas gas," beber Marinda.
Nilai impor migas pada Desember 2024 tercatat sebesar USD 355,34 juta, meningkat dibandingkan dengan November 2024 yang hanya sebesar USD 210,79 juta. Sementara itu, impor nonmigas tercatat sebesar USD 104,53 juta, juga mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar USD 87,88 juta.
Di sisi lain, kontribusi negara asal barang terhadap impor Balikpapan didominasi oleh Singapura, yang tercatat menyumbang sebesar USD 1.041,30 juta atau sekitar 23,92 persen dari total impor sepanjang 2024. Disusul oleh Nigeria dan Angola masing-masing dengan kontribusi 15,49 persen dan 11,75 persen.
Kenaikan impor pada Desember 2024 juga tercatat sebesar 19,87 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini, menurut Marinda, dipengaruhi oleh lonjakan impor migas, terutama pada komoditas gas yang mengalami kenaikan sebesar 109,80 persen atau setara dengan USD 24,31 juta.
Dengan surplus yang tercatat pada Desember 2024, Marinda berharap perdagangan Balikpapan akan terus mengalami perbaikan meskipun ada tantangan di sektor migas. "Kita belum bisa memprediksi ke depan, hanya saja sektor nonmigas terus mendominasi dan semoga menutupi defisit yang ada di sektor migas," pungkas Marinda. (rdh)
Ulil Mu'awanah
Editor : Muhammad Ridhuan