KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Harapan besar membumbung tinggi seiring terbentuknya Badan Pengurus Cabang (BPC) Ikatan Hotel dan Restoran Indonesia (IHKA) Balikpapan. Kehadirannya diharapkan bisa mendukung perkembangan pariwisata dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kota ini.
Mantan Ketua IHKA BPD Kaltim periode 2013-2023 Aries Adriyanto, yang kini menjabat sebagai salah satu pengurus menyampaikan, pentingnya keberadaan IHKA dalam mengembangkan profesionalisme di bidang housekeeping.
"Saya yang pertama kali membentuk IHKA di Kalimantan pada 2013. Sebelumnya, asosiasi ini tidak ada, dan sekarang sudah terbentuk kepengurusan di BPD Kaltim, Kalsel, Kalteng, serta Kalbar, tinggal Kaltara yang belum," ungkapnya, Rabu (19/2).
Dia menekankan, tujuan utama dari pembentukan organisasi ini adalah untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada guna memperkuat sektor pariwisata. Ia berharap, melalui IHKA, akan ada pengembangan yang signifikan dalam hal pengetahuan, keterampilan dan sertifikasi kompetensi SDM yang ada.
"Semoga IHKA dapat berkontribusi besar dalam peningkatan kualitas SDM di Kaltim maupun Balikpapan, terutama di sektor pariwisata," kata Aries. Dengan adanya pelatihan dan sertifikasi kompetensi, SDM di Balikpapan, khususnya di bidang perhotelan dan pariwisata, dapat memenuhi standar nasional, dan bahkan siap bersaing di tingkat internasional.
Lebih lanjut, pihaknya juga berkomitmen untuk lebih memperkenalkan profesi di sektor ini kepada generasi muda. Dengan meningkatnya pemahaman tentang profesi pariwisata, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil yang diperlukan di masa depan, baik dalam industri perhotelan, restoran, maupun sektor pariwisata lainnya.
Harapan ini menjadi landasan bagi IHKA untuk terus berupaya memberikan pelatihan dan sertifikasi yang dapat mendukung pengembangan SDM di daerah ini. Diharapkan dengan adanya inisiatif ini, Kaltim akan semakin berkembang sebagai destinasi pariwisata unggulan di Indonesia.
Adapun di bulan Februari ini, IHKA kembali menggelar acara besar yang melibatkan para pelaku industri housekeeping di Kalimantan Timur. Pada kesempatan kali ini, pelantikan pengurus baru IHKA BPD Kaltim dan seminar dengan tema "Kesiapan SDM Bidang Housekeeping di Kaltim sebagai Ibu Kota Negara" diselenggarakan di Horison Ultima Bandara Balikpapan.
Sebagai asosiasi profesi yang menaungi berbagai posisi seperti Executive Housekeeper, Housekeeping Manager, dan Chief Housekeeping, IHKA berfokus pada kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), di antaranya melalui seminar, pelatihan, standardisasi, dan sertifikasi kompetensi.
Acara ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar SMK, serta perwakilan hotel di Balikpapan dan Samarinda. Pelaksanaan seminar ini juga diramaikan oleh para vendor terkemuka seperti Sucofindo, Kingkoil, Microclean, dan 3M, yang memperkenalkan produk-produk unggulan mereka yang mendukung operasional housekeeping di hotel dan tempat penginapan.
Sesi presentasi yang disampaikan oleh Executive Housekeeper (EHK) Hotel Dprima Balikpapan Budi Hartanto, memberikan wawasan mengenai kesiapan SDM di bidang housekeeping di masa depan.
Saat ini, IHKA Kaltim dipimpin oleh GM Hotel Grand Verona Samarinda Hendri Kurniawan. Sedangkan Ketua IHKA Balikpapan yang baru saja dilantik yakni Anwar Sanusi yang juga menjabat sebagai EHK Hotel Pasific Balikpapan.
"Dengan semangat yang tinggi, IHKA bertekad untuk terus meningkatkan profesionalisme dan standarisasi dalam industri housekeeping, selaras dengan pesatnya perkembangan sektor pariwisata di kawasan ini," ucap Anwar.
Acara ini juga disambut baik oleh Ketua PHRI Balikpapan dan Ketua IHGMA Balikpapan, serta perwakilan asosiasi ICA dan ACE. Dengan semakin berkembangnya IHKA di Kalimantan, diharapkan profesi housekeeping akan semakin dihargai dan profesional dalam mendukung kemajuan industri perhotelan dan pariwisata.
Hadir pula dalam acara ini Kepala Dinas Disparpora Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja di sektor perhotelan.
"Kami berharap dapat memperkuat sumber daya manusia di bidang housekeeping, mengingat perkembangan pesat yang terjadi di sektor pariwisata Kalimantan Timur, terutama dengan hadirnya IKN," ujar Ratih. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo