Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pertambangan Masih Teratas, Tapi Justru Sektor Ini yang Beri Dampak ke Lapangan Kerja

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 17 Maret 2025 | 19:17 WIB

 

TERBESAR: Sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar investasi PMDN pada triwulan IV 2024. Mencapai Rp 5,87 triliun atau 35,81 persen dari total investasi.
TERBESAR: Sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar investasi PMDN pada triwulan IV 2024. Mencapai Rp 5,87 triliun atau 35,81 persen dari total investasi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sektor pertambangan tidak hanya menjadi primadona pada investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), namun juga investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kaltim sepanjang 2024.

Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim menunjukkan bahwa subsektor tersebut berhasil menarik investasi sebesar USD 365,45 juta atau Rp 5,48 triliun, yang mencakup 25,79 persen dari total investasi PMA Kaltim.

"Subsektor pertambangan menjadi kontributor terbesar investasi PMA di Kaltim tahun 2024," ujar Kepala DPMPTSP Kaltim, Fahmi Prima Laksana.

Polanya juga sama dengan investasi PMDN. Selain pertambangan subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan juga mencatatkan kinerja yang baik dengan investasi sebesar USD 280,63 juta atau Rp 4,20 triliun (19,80 persen).

"Subsektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menyusul di posisi ketiga dengan investasi USD 235,20 juta atau Rp 3,52 triliun (16,60 persen)," lanjut Fahmi dalam keterangan resminya baru-baru ini.

Jumlah proyek yang tercatat khusus untuk sektor primer, pertambangan masih memimpin dengan total 439 proyek. Di belakangnya, sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan dengan 301 proyek. Dan posisi ketiga diisi oleh subsektor kehutanan dengan 54 proyek.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, subsektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan mencatatkan angka tertinggi dengan menyerap 5.372 tenaga kerja Indonesia (TKI) atau 40,59 persen dari total TKI yang terserap melalui investasi PMA. Subsektor itu juga menyerap 11 tenaga kerja asing (TKA) atau 6,04 persen dari total TKA yang terserap.

Subsektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Kaltim, baik TKI maupun TKA, melalui investasi PMA. Dengan total 5.383 orang.

Subsektor pertambangan berada di posisi kedua dengan menyerap 3.462 TKI (26,16 persen) dan 25 TKA (13,74 persen). Subsektor industri makanan menyusul dengan 697 TKI (6,27 persen) dan 4 TKA (2,20 persen).

Dibandingkan realisasi pada 2023, terdapat dinamika yang menarik. Untuk subsektor pertambangan justru memiliki porsi lebih besar pada 2023 dibandingkan 2024 dengan realisasi USD 392,07 juta atau Rp 5,88 triliun (29,42 persen). Sebaliknya, subsektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan meningkat dari yang semula USD 195,03 juta atau Rp 2,92 triliun (14,63 persen).

"Ini bukan hanya angka, tetapi juga bukti bahwa Kaltim semakin siap menyongsong masa depan yang lebih baik. Kami terus berkomitmen memberikan kemudahan, transparansi, dan pelayanan terbaik untuk mendukung para investor," tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#lapangan kerja #investasi #penanaman modal #pertambangan