KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kinerja ekspor Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan pertumbuhan signifikan di triwulan IV 2024. Baik untuk sektor migas maupun nonmigas.
Pertumbuhan itu turut mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari komponen ekspor.
Baca Juga: DED Gedung C RSUD Taman Husada Bontang Diselesaikan Tahun Ini, Pemkot Buatkan Akses Jalan bagi Warga
“Komponen ekspor Kaltim pada triwulan IV tumbuh sebesar 7,47 persen year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 6,90 persen (yoy)," beber Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.
Peningkatan ini didorong oleh ekspor migas yang melonjak 33,2 persen (yoy), setelah sebelumnya terkontraksi -39,61 persen (yoy),” lanjutnya.
Ekspor nonmigas juga mengalami pertumbuhan. Dari 2,20 persen (yoy) di triwulan sebelumnya menjadi 2,76 persen (yoy) pada periode pelaporan.
Baca Juga: Rudy Mas’ud: Pemprov Kaltim Gelontorkan Lebih Rp 500 Miliar Untuk Wujudkan Gratispol
Peningkatan ekspor migas didorong oleh komoditas hasil minyak dan gas yang masing-masing tumbuh 85,74 persen (yoy) dan 14,18 persen (yoy). Sebelumnya, kedua komoditas ini terkontraksi 0,25 persen (yoy) dan -55,18 persen (yoy).
Kinerja ekspor migas ini sejalan dengan kinerja sektor industri pengolahan. Pertumbuhan nilai ekspor gas juga dipengaruhi oleh peningkatan harga minyak dunia, seperti terlihat dari harga gas alam Amerika Serikat (AS) yang tumbuh 40,33 persen (yoy).
“Sementara itu, peningkatan ekspor nonmigas didorong oleh kenaikan nilai ekspor Crude Palm Oil (CPO) sebesar 9,33 persen (yoy), setelah sebelumnya terkontraksi 40,40 persen (yoy),” lanjut dia, Selasa (18/3).
Baca Juga: ASN Tak Dilarang Cuti Lebaran, Sekkab Berau: Jangan Gunakan Mobil Dinas untuk Mudik
Pertumbuhan nilai ekspor gas tidak terlepas dari peningkatan harga minyak yang salah satunya bisa dilihat dari harga gas alam Amerika Serikat (AS) yang tumbuh lebih tinggi 40,33 persen (yoy).
Peningkatan nilai ekspor CPO yang relatif tinggi tersebut disebabkan oleh kenaikan harga CPO yang tumbuh 55,73 persen (yoy). “Peningkatan pertumbuhan ekonomi Kaltim di triwulan IV disebabkan utamanya oleh akselerasi komponen ekspor di tengah perlambatan pada komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB),” tutup Budi. (*)
Editor : Ery Supriyadi