KALTIMPOST.ID, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejatuhan dramatis pada Selasa (18/3/2025), anjlok hingga 6,58 persen ke level 6.046.
Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan terpaksa menghentikan sementara perdagangan (trading halt) setelah indeks terjun bebas melewati ambang batas 5 persen dalam satu sesi.
Kejatuhan ini menjadi yang terburuk sejak awal pandemi COVID-19 pada 2020.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pelemahan IHSG dipicu oleh berbagai faktor domestik.
"Penerimaan negara turun drastis 30,19 persen secara tahunan menjadi Rp 269 triliun, memperlebar defisit APBN hingga Rp 3,2 triliun per Februari 2025," ungkapnya, Selasa (18/3/2025).
Kondisi ini membuat Bank Indonesia sulit menurunkan suku bunga, sehingga banyak investor menarik diri dari pasar saham dan mencari aset yang lebih aman.
IHSG Rontok, Pasar Asia Justru Menguat
Yang menarik, kejatuhan IHSG ini terjadi di saat pasar saham utama di Asia justru bergerak positif.
Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 1,44 persen, sementara indeks saham di Malaysia (KLSE) dan Singapura (STI) masing-masing menguat 1,04 persen dan 1 persen. Kontras ini semakin memperparah kepanikan di kalangan investor lokal.
DPR: Ini Bukan Pertama Kalinya
Baca Juga: Benarkah Dwifungsi ABRI Akan Kembali? Ini Fakta RUU TNI yang Dikecam Publik!
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa kejatuhan IHSG hingga memicu penghentian perdagangan bukanlah hal baru.
"Ini bukan pertama kali terjadi. Pada masa pandemi COVID-19, kita pernah mengalami hal serupa," kata Dasco usai melakukan inspeksi mendadak ke BEI, Selasa (18/3) siang.
Dasco meminta investor tetap tenang dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
Ia juga memastikan pemerintah akan bertindak cepat untuk mengembalikan stabilitas pasar.
"Kami mendukung penuh langkah-langkah yang diambil pemerintah dan BEI untuk menstabilkan pasar dalam waktu sesingkat mungkin," tambahnya.
BEI Buka Kembali Perdagangan
Usai trading halt diberlakukan pukul 11:19 WIB, BEI membuka kembali perdagangan pada pukul 11:49:31 WIB.
"Perdagangan akan dilanjutkan tanpa ada perubahan jadwal," tulis BEI dalam pengumuman resminya.
Meskipun perdagangan kembali dibuka, IHSG tetap mengalami tekanan hebat. Hingga sesi kedua, indeks masih mencatatkan koreksi besar dibandingkan indeks saham lain di Asia.
Investor Harus Waspada
Maximilianus Nico Demus mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
"Fokus utama adalah bagaimana kebijakan ekonomi pemerintah bisa meredam gejolak ini. Jika kondisi fiskal tidak segera membaik, tekanan terhadap IHSG bisa berlanjut," ujarnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini