Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dolar AS Sedikit Menguat Usai The Fed Tahan Suku Bunga, Nilai Tukar Sentuh Rp16.497

Thomas Dwi Priyandoko • Kamis, 8 Mei 2025 | 10:32 WIB

Ilustrasi dolar AS.
Ilustrasi dolar AS.

KALTIMPOST.ID, NEW YORK – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tetap sedikit menguat terhadap sejumlah mata uang utama seperti yen Jepang dan euro pada Rabu (7/5/2025), setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya, sesuai dengan ekspektasi pasar.

The Fed menahan suku bunga acuan di kisaran 4,25% hingga 4,50%, namun menyatakan bahwa risiko inflasi yang lebih tinggi dan meningkatnya angka pengangguran telah bertambah. Prospek ekonomi AS juga dinilai masih diliputi ketidakpastian.

“Mereka terdengar sedikit lebih hawkish dari yang diperkirakan banyak pelaku pasar, dan mereka tidak benar-benar mengubah atau melunakkan pandangan mengenai inflasi yang tetap di atas rata-rata serta kondisi pasar tenaga kerja yang masih ketat,” ujar Marvin Loh, analis pasar global senior di State Street, Boston.

“Saya masih berpikir kita akan berada dalam periode jeda yang diperpanjang hingga data ekonomi menunjukkan perlunya tindakan, atau hingga ada kejelasan lebih lanjut soal arah kebijakan perdagangan,” tambahnya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Bill Gates-nya Indonesia, Otto Toto Sugiri : Miliarder Digital di Balik DCI dan Indonet

Dolar AS naik 1% terhadap yen ke level 143,84, mematahkan tren penurunan selama tiga hari, seiring dibukanya kembali pasar Jepang setelah libur dua hari.

Dalam konferensi persnya, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral tidak bisa membuat keputusan kebijakan secara preemptif sebelum ada kejelasan soal arah perekonomian.

Dolar AS juga naik 0,09% terhadap franc Swiss dalam perdagangan yang bergejolak, berada di level 0,8221 franc. Pada Senin, dolar sempat menyentuh titik terendah sejak Januari 2015 di posisi 0,8032.

“Pernyataan resmi hanya mengalami sedikit perubahan, dengan tema yang sudah kami prediksi sebelumnya — yakni The Fed berada di tengah tarik-menarik mandat ganda mereka,” kata Vassili Serebriakov, ahli strategi FX di UBS, New York. “Pasar valuta asing sudah cukup menyadari hal ini, dan mungkin itu alasan mengapa reaksi awal cenderung terbatas.”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu mengatakan bahwa pihak China yang mengusulkan pembicaraan dagang tingkat tinggi mendatang. Namun, ia tidak bersedia mengurangi tarif AS terhadap produk China hanya untuk membuat Beijing bersedia bernegosiasi.

Baca Juga: Selamat Tinggal Dolar AS! 10 Negara Anggota CIS Putuskan Beralih ke Mata Uang Lokal, Termasuk Rusia

Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan kepala negosiator perdagangan Jamieson Greer dijadwalkan bertemu dengan pejabat ekonomi senior China, He Lifeng, di Swiss pada Sabtu untuk pembicaraan lanjutan yang berpotensi mencairkan ketegangan dagang antara kedua negara.

Sementara itu, euro melemah 0,44% ke posisi US$1,1316, menghentikan tren penguatan selama tiga sesi berturut-turut. Di Eropa, pemimpin konservatif Jerman Friedrich Merz terpilih sebagai Kanselir oleh parlemen dalam pemungutan suara putaran kedua, setelah sebelumnya gagal secara mengejutkan di putaran pertama.

Bank Sentral Inggris (BoE) diperkirakan akan memangkas suku bunga pada Kamis (8/5/2025). Pound sterling melemah 0,52% ke posisi US$1,3310, namun menguat 0,21% terhadap euro menjadi 0,8508.

Dolar Taiwan stabil setelah sebelumnya melonjak terhadap dolar AS sejak pengumuman tarif besar-besaran oleh Trump pada 2 April 2025 terhadap sejumlah mitra dagang utama.

Sementara itu, yuan China melemah 0,22% ke posisi 7,227 per dolar AS setelah Beijing mengumumkan pemangkasan suku bunga yang telah lama ditunggu-tunggu.

Nilai Tukar Rupiah Di pasar dalam negeri, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah hari ini, Kamis (8/5/2025), berada di level Rp16.497,00 per dolar AS.

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#rupiah #suku bunga #dolar as #the fed