Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hunian Tipe Kecil Mendominasi Pasar Properti di Balikpapan

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 14 Mei 2025 | 18:27 WIB
Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, menunjukkan bahwa Indeks Harga Properti Residensial untuk pasar primer di Balikpapan terus tumbuh  pada triwulan I 2025. (ANGGI PRADITHA)
Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia, menunjukkan bahwa Indeks Harga Properti Residensial untuk pasar primer di Balikpapan terus tumbuh pada triwulan I 2025. (ANGGI PRADITHA)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Minat masyarakat terhadap rumah tipe kecil masih mendominasi pasar properti residensial di Balikpapan. Meskipun terjadi tren kenaikan harga, khususnya pada triwulan I 2025, daya tarik rumah subsidi dan hunian sederhana tetap kuat, terutama di kalangan keluarga muda dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Hal ini tercermin dalam temuan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, yang menunjukkan bahwa Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) untuk pasar primer di Balikpapan terus tumbuh sebesar 1,31 persen (yoy) pada triwulan I 2025.

Angka ini sedikit melandai dibandingkan dengan pertumbuhan IHPR triwulan IV 2024 yang mencapai 1,55 persen (yoy). Namun demikian, tren kenaikan ini tetap mencerminkan geliat sektor properti di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut. Pihak Bank Indonesia mengatakan, bahwa tren positif ini didorong oleh berbagai faktor.

Baca Juga: Rumah Tipe Kecil Paling Diburu Balikpapan, Harga Indeks Harga Properti Residensial Meningkat

“Kenaikan harga properti, khususnya untuk tipe besar, banyak dipengaruhi oleh meningkatnya biaya bahan bangunan dan jasa konstruksi. Di sisi lain, minat masyarakat tetap tinggi terhadap hunian tipe kecil yang terjangkau dan banyak didukung skema subsidi pemerintah,” jelas Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi.

Bila dilihat dari harga properti untuk tipe besar (luas bangunan di atas 70 m²) mengalami pertumbuhan sebesar 1,34 persen (yoy), meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 1,28 persen (yoy). Sementara itu, tipe kecil tumbuh 1,59 persen dan tipe menengah 1 persen. Meski sedikit melambat dibanding triwulan IV 2024 masing-masing 2,01 persen dan 1,35 persen, pertumbuhan tersebut masih tergolong positif.

Namun dari sisi permintaan, jumlah unit properti yang terjual mengalami penurunan sebesar 22 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada triwulan I 2025 tercatat hanya 162 unit terjual, menurun dari 208 unit pada triwulan IV 2024. Meski demikian, rumah tipe kecil masih mendominasi pangsa penjualan, memperlihatkan bahwa daya beli dan kebutuhan akan rumah sederhana masih tinggi.

Dengan kolaborasi antara regulator, perbankan, dan pengembang, Robi optimistis bahwa sektor properti residensial di Balikpapan akan terus bertumbuh dan mampu menjawab kebutuhan hunian layak bagi masyarakat.

Selain itu, Bank Indonesia turut mendorong sektor perumahan dengan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM). Robi menjelaskan bahwa mulai 1 April 2025, insentif KLM ditingkatkan dari 4 persen menjadi 5 persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK).

“Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan nyata Bank Indonesia terhadap program pemerintah dalam Asta Cita, khususnya untuk perumahan rakyat. Dengan tambahan KLM khusus sektor perumahan dari Rp 23 triliun menjadi Rp 103 triliun secara nasional, kami berharap akses pembiayaan semakin terbuka lebar bagi masyarakat,” timpal Robi. (*)

 

Editor : Muhammad Rizki
#BI BALIKPAPAN #hunian murah #rumah subsidi