Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ternyata Duit Warga Kaltim Lebih Banyak Mengalir ke Belanja Non-Makanan, Ini Faktanya!

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 30 Mei 2025 | 14:20 WIB

Photo
Photo
TREN: Porsi terbesar dari konsumsi akhir rumah tangga di Kaltim adalah non-makanan, mendominasi hampir seluruh wilayah di Kaltim.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pada 2024 tercatat pergeseran menarik dalam pola pengeluaran masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Data terbaru menunjukkan bahwa mayoritas uang yang dikeluarkan rumah tangga di berbagai kabupaten/kota lebih banyak dialokasikan untuk membeli barang-barang non-makanan.

Hal itu terungkap dari kontribusi Komponen Pengeluaran Konsumsi Akhir Rumah Tangga (PKRT) yang mencapai 17,25 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat tiga wilayah yang menjadi penyumbang terbesar terhadap total PKRT di tingkat kabupaten/kota. “Samarinda menduduki posisi puncak dengan kontribusi mencapai 29,11 persen. Menyusul di urutan kedua adalah Balikpapan dengan 23,49 persen, dan Kutai Kartanegara di posisi ketiga dengan sumbangan sebesar 16,97 persen,” beber Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana.

“Jika dirinci menurut sub komponen, maka terlihat bahwa sebagian besar kabupaten/kota se-Kaltim, porsi terbesar dari konsumsi akhir rumah tangga adalah untuk belanja bahan non makanan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Yusniar mengungkapkan bahwa pertumbuhan Komponen PKRT di seluruh wilayah kabupaten/kota Kaltim menunjukkan tren positif sepanjang 2024. Penajam Paser Utara (PPU) mencatatkan pertumbuhan PKRT tertinggi, mencapai 6,76 persen. Menjadikannya paling signifikan dibandingkan wilayah lainnya.

Setelah PPU, Paser dan Kutai Kartanegara juga menunjukkan pertumbuhan PKRT yang cukup baik. “Masing-masing sebesar 5,49 persen dan 5,32 persen. Sebaliknya, Kutai Timur mencatatkan pertumbuhan PKRT yang paling rendah dibandingkan wilayah lainnya, yaitu sebesar 3,57 persen,” lanjut dia.

Fenomena belanja non-makanan yang mendominasi mengindikasikan adanya perubahan prioritas pengeluaran masyarakat Kaltim. Diduga, dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari peningkatan pendapatan, perubahan gaya hidup, hingga ketersediaan beragam produk non-makanan di pasaran.

Adapun belanja non-makanan meliputi perumahan dan fasilitas rumah tangga. Barang tahan lama, aneka barang dan jasa. Kesehatan, pendidikan, pakaian, alas kaki, dan tutup kepala hingga pajak, pungutan, dan asuransi. Penting untuk diingat bahwa kategori belanja non-makanan bersifat luas dan mencakup berbagai pengeluaran yang penting dalam kehidupan sehari-hari.

Data tersebut memberikan gambaran penting bagi para pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran, khususnya terkait dengan sektor perdagangan dan industri non-makanan di Kalimantan Timur. Tren belanja masyarakat yang lebih fokus pada non-makanan ini juga membuka peluang bagi pengembangan sektor-sektor terkait di masa depan. (*)

Editor : Ismet Rifani
#BPS KALTIM #Yusniar Juliana #Pola Konsumsi Keuangan