Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Libur Iduladha, Pantai Ramai Pengunjung tapi Beda Nasib dengan Tingkat Hunian Hotel di Balikpapan

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 11 Juni 2025 | 18:21 WIB
MASIH LESU: Bisnis perhotelan masih memiliki tantangan untuk meningkatkan okupansi.
MASIH LESU: Bisnis perhotelan masih memiliki tantangan untuk meningkatkan okupansi.

KALTIMPOST.ID-Tingkat kunjungan Pantai Manggar, Balikpapan saat libur Iduladha terlihat ramai. Kondisi itu berbeda jauh dengan tingkat hunian hotel di Kota Minyak.

Di mana okupansi perhotelan belum tanda-tanda pemulihan. Berdasarkan data terbaru dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan, rata-rata okupansi hotel di kota ini masih berkutat di angka 30 persen.

Ketua PHRI Balikpapan Soegianto mengungkapkan, rendahnya tingkat hunian disebabkan oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah pola perjalanan masyarakat yang saat ini lebih hemat dan selektif.

“Memang terlihat ramai di tempat-tempat wisata seperti Pantai Manggar. Tapi itu tidak berbanding lurus dengan okupansi hotel. Saat ini (okupansi) hanya 30 persen. Rata-rata tamu juga adalah wisatawan lokal atau domestik yang datang hanya untuk berwisata harian, bukan menginap,” ucap Soegianto, Selasa (10/6).

Ia menambahkan bahwa hunian hotel lebih banyak terisi hanya pada akhir pekan. Terutama oleh keluarga yang datang dari luar kota. Namun jumlahnya tidak signifikan untuk mendongkrak rata-rata bulanan.

“Mayoritas tamu dari Samarinda, PPU (Penajam Paser Utara), Bontang, dan Samboja datang pada Sabtu dan Minggu saja. Selebihnya, pada hari kerja, hunian sangat rendah. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha perhotelan,” tambahnya.

Soegianto menyebut pelaku usaha hotel saat ini juga sedang menghadapi tantangan besar dalam hal efisiensi operasional.

Dengan tingkat hunian yang rendah, beban operasional tetap harus ditanggung. Mulai listrik, air, hingga gaji karyawan.

“Kita harus terus berinovasi agar bisa tetap bertahan. Banyak hotel yang akhirnya mengurangi layanan tertentu untuk efisiensi. Namun tetap menjaga kualitas,” katanya.

Dengan kondisi seperti itu, pelaku industri perhotelan berharap lonjakan kunjungan bisa terjadi pada momen libur sekolah dan akhir tahun.

Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk promosi wisata yang lebih intensif dan kebijakan yang mendorong kunjungan, terutama dari luar Kalimantan.

Apalagi menurutnya, Balikpapan ini punya potensi wisata yang besar. Baik wisata alam maupun buatan. Tapi harus ditopang oleh promosi yang serius agar wisatawan tertarik tinggal lebih lama.

“Di tengah efisiensi anggaran ini yang masih akan berlanjut hingga 2026, tentu akan jadi tantangan berat bagi teman-teman perhotelan. Kita hanya bisa berharap, semakin banyak perusahaan atau instansi pemerintahan juga menggelar kegiatan yang melibatkan teman-teman pariwisata,” pungkasnya. (rd)

 

ULIL MU'AWANAH

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #okupansi hotel #ibu kota nusantara #perhotelan Kalimantan Timur #okupansi hotel Balikpapan