KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Para tamu hotel klasifikasi bintang di Kalimantan Timur agaknya makin betah berlama-lama. Data terbaru menunjukkan, rata-rata lama menginap tamu selama April 2025 meningkat menjadi 1,52 hari. Angkanya naik tipis 0,07 poin dibanding Maret 2025 yang hanya 1,45 hari.
Kendati demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, durasi menginap ini masih sedikit menurun. “Pada April 2024, rata-rata tamu menginap 1,59 hari, yang berarti ada penurunan 0,07 poin ke April 2025,” terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.
Fenomena menarik terjadi pada tamu asing. Mereka makin loyal dengan durasi menginap yang lebih panjang. Rata-rata lama menginap tamu asing pada April 2025 melonjak 0,81 poin dibandingkan Maret 2025. Menunjukkan peningkatan 0,19 poin jika dibandingkan dengan April 2024.
Puncaknya, rata-rata lama menginap tamu asing tercatat paling tinggi pada April 2025 ini, mencapai 2,92 hari. Adalah durasi terlama dalam kurun waktu setahun terakhir (April 2024-April 2025). “Angka terendah bagi tamu asing tercatat pada Desember 2024, yakni 2,03 hari,” sebut Yusniar.
Sebaliknya, tamu nusantara juga mengalami peningkatan rata-rata lama menginap sebesar 0,06 poin dibandingkan Maret 2025. “Jika dibandingkan dengan April 2024, durasi menginap tamu nusantara justru mengalami penurunan sebesar 0,08 poin,” lanjutnya.
Capaian tertinggi rata-rata lama menginap untuk tamu nusantara dalam setahun terakhir tercatat pada Mei 2024, yaitu selama 1,85 hari. Sementara itu, durasi terendah untuk tamu domestik terjadi pada Maret 2025, hanya 1,44 hari.
Peningkatan durasi menginap, khususnya dari tamu asing, bisa menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata Kaltim. Menunjukkan bahwa daya tarik wisata dan fasilitas yang ada mampu membuat para pelancong, khususnya dari mancanegara, merasa nyaman untuk menghabiskan waktu lebih lama di Bumi Etam. (*)
Editor : Ismet Rifani