KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Sepanjang Januari hingga Desember 2024, produksi padi di Kalimantan Timur mencapai sekitar 249,64 ribu ton gabah kering giling (GKG).
Capaian tersebut naik 22,67 ribu ton atau setara 9,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 226,97 ribu ton.
Produksi tertinggi terjadi pada September 2024, dengan total produksi mencapai 81,20 ribu ton GKG. Namun, kondisi sebaliknya terjadi pada Juli 2024.
"Produksinya 1,63 ribu ton GKG, menjadi bulan dengan produksi terendah," beber Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.
Sementara itu, awal 2025 juga menyimpan harapan positif. Pada Januari 2025, produksi padi diperkirakan sebesar 0,84 ribu ton GKG. Potensi produksi dari Februari hingga April 2025 diproyeksikan mencapai 109,64 ribu ton GKG.
Jika ditotal, Subround Januari–April 2025 diperkirakan mampu menyumbang produksi sebesar 110,48 ribu ton GKG.
"Jumlah tersebut naik 21,02 ribu ton atau 23,49 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 89,46 ribu ton GKG," sambungnya.
Namun, peningkatan produksi tidak terjadi merata sepanjang tahun. Pada Subround Januari–April dan Mei–Agustus 2024, produksi justru mengalami penurunan masing-masing sebesar 17,72 ribu ton (16,53 persen) dan 8,48 ribu ton (18,85 persen) dibanding periode yang sama di 2023.
Turunnya produksi pada dua subround tersebut disebabkan penyusutan luas panen dan penurunan produktivitas.
"Luas panen pada Januari-April 2024 turun sebesar 3,55 ribu hektare (12,78 persen), sedangkan pada Mei-Agustus menyusut 1,90 ribu hektare (16,17 persen)," terangnya.
Kabar baiknya, lonjakan produksi terjadi pada Subround September-Desember 2024. Dalam periode itu, produksi padi meningkat sebesar 48,87 ribu ton GKG atau 65,34 persen dibandingkan periode yang sama di 2023.
Editor : Dwi Restu A