KALTIMPOST.ID-Tingkat penyerapan lulusan perguruan tinggi Indonesia di dunia kerja masih jadi sorotan.
Riset yang dilakukan Tanoto Foundation pada 2019 menunjukkan hanya sekitar 62 hingga 63 persen lulusan universitas di Indonesia yang berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu enam bulan setelah lulus.
Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya keterampilan lunak (soft skill) dan kemampuan kepemimpinan yang diperlukan oleh industri.
Menjawab tantangan itu, Tanoto Foundation meluncurkan program TELADAN, sebuah program pengembangan kepemimpinan dan beasiswa penuh yang menyasar mahasiswa sejak awal masa kuliah.
Program itu tak hanya memberi dukungan finansial, tetapi juga dirancang untuk mencetak pemimpin muda Indonesia yang unggul secara karakter, kepemimpinan, dan kontribusi sosial.
“Program TELADAN bukan hanya soal beasiswa. Itu adalah intervensi holistik untuk menyiapkan mahasiswa sebagai pemimpin masa depan yang berintegritas dan mampu berkontribusi positif di tengah tantangan global,” beber External Communications Manager Tanoto Foundation Patrick Hutajulu.
Program itu dibentuk berdasarkan studi dan diskusi mendalam bersama divisi human resources dari berbagai perusahaan internasional.
Hasilnya, Tanoto Foundation merancang penguatan sembilan karakter kepemimpinan utama.
Seperti self-awareness, kemampuan berpikir inovatif, semangat belajar berkelanjutan, kepedulian terhadap sesama, dan jiwa kewirausahaan.
Nilai-nilai itu dirangkum dari keperluan nyata dunia kerja. Karena itu, Tanoto Foundation membekali mahasiswa dengan pelatihan intensif melalui tiga fase utama lead self, lead others, dan lead change.
Selain pelatihan, Patrick berujar, program itu menawarkan pengalaman-pengalaman pengembangan diri yang disebut sebagai Speed of Development.
Di dalamnya, para penerima beasiswa mendapat kesempatan mengikuti berbagai kegiatan berbasis pengalaman.
Antara lain, organisasi mahasiswa (associations) untuk mengasah kepemimpinan. Paid forward project, yaitu proyek sosial yang dirancang dan dijalankan sendiri oleh peserta.
Peserta mendapatkan kesempatan riset melalui Studies Resource Award. Partisipasi dalam simposium atau konferensi internasional.
Internship di berbagai sektor industri. Program pertukaran dan pengalaman global (global experience).
“Bahkan setelah lulus, peserta tetap didampingi lewat kegiatan engagement alumnus dan pengembangan berkelanjutan,” tutur Patrick.
Tidak hanya di Indonesia, program serupa juga telah dijalankan di Tiongkok dan Singapura.
“Kami ingin TELADAN menjadi benchmark bagaimana beasiswa bukan sekadar bantuan finansial. Tetapi juga investasi jangka panjang dalam kepemimpinan,” lanjutnya.
Saat ini, program TELADAN dijalankan di 10 kampus negeri mitra Tanoto Foundation.
Pendaftaran program untuk tahun ini telah dibuka sejak 1 Juli 2025 dan akan ditutup pada 7 September 2025.
“Kami mengajak mahasiswa dengan semangat belajar tinggi, kepedulian sosial, dan cita-cita besar untuk ikut bergabung. Menjadi pemimpin masa depan dimulai dari langkah hari ini,” tutup Patrick.
Selain sektor pendidikan, Tanoto Foundation juga aktif di bidang kesehatan. Antara lain melalui pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga riset.
Di Indonesia, program-program Tanoto Foundation telah menjangkau lebih dari 72 kabupaten/kota, serta menjalin kerja sama erat dengan pemerintah pusat dan berbagai institusi akademik. (rd)
ULIL MU'AWANAH
Editor : Romdani.