KALTIMPOST.ID, BERAU – Tak sekadar mendampingi suami bekerja di perusahaan tambang, Diah Arum Savitri membuktikan bahwa istri karyawan bisa jadi penggerak ekonomi keluarga.
Berawal dari pelatihan UMKM untuk istri-istri karyawan, kini dia memiliki brand kuliner sendiri, TEDas (Teman Makan Pedas), lengkap dengan karyawan dan jaringan pemasaran.
“Karena perusahaan banyak yang tutup karena pandemi, akhirnya banyak PHK (pemutusan hubungan kerja, Red). Waktu banyak PHK itu, perusahaan suami saya membuat pelatihan untuk istri-istri karyawan, untuk menyiapkan istri jadi sekoci kecil untuk keluarga,” jelas Arum.
Pelatihan yang diadakan pada 2022 itu menjadi titik baliknya. Dia termasuk peserta yang sudah ada basic usaha karena sejak 2020 sudah coba berjualan sambal walau masih skala mikro. Pelatihan diberikan lengkap dari hulu ke hilir, dan dari situlah TEDas semakin serius dikembangkan.
“Setelah pelatihan itu efeknya dapat orderan banyak, saya sampai sakit, keteteran kecapekan ladeni orderan. Di situlah titik awal berani punya karyawan,” ungkapnya. Kini dia dibantu dua orang karyawan dan punya jadwal produksi rutin setiap hari.
Produknya pun berkembang, mulai dari sambal tuna, tuna tabur (abon), teri sakkul krispi, hingga ikan jukut. “Sakkul itu ikan kecil seperti teri, ikan khas Berau. Kalau di Jawa itu kayak ikan wader, tapi rasanya khas sekali,” ujarnya.
Namun kendala ada di bahan baku, sebab tak banyak nelayan yang memang khusus mencari ikan sakkul tersebut. Padahal dari segi kelokalan, sakkul punya nilai tinggi sebagai produk khas Bumi Batiwakkal.
Arum mengaku, salah satu toko bahkan sekali stok bisa sampai 100 botol sambal, dengan produksi rutin dua kali sebulan. Rata-rata penjualan bisa tembus 50 botol per bulan masing-masing toko. “Fokus ke sambal karena itu permintaan yang banyak, pasarnya bagus,” tegasnya.
Harapannya sederhana tapi kuat, memperluas jaringan distribusi, konsinyasi di lebih banyak toko, dan memberdayakan lebih banyak orang. “Kalau mau menyerah ya bisa saja langsung menyerah. Tapi sudah ada keterikatan antara nelayannya, antara karyawan. Itu yang jadi motivasi untuk semakin berkembang ke depan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo