KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Bukan sekadar rapat kerja biasa, Rakerda III Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kalimantan Timur yang digelar di Nusantara Ballroom MaxOne Hotel Balikpapan, Jumat (15/8), berubah menjadi panggung kolaborasi besar.
Mengusung tema “Membangkitkan Semangat Perempuan Pengusaha, Agar Terus Bergerak dan Menginspirasi dalam Menghadapi Tantangan di Dunia Usaha”, kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi, silaturahmi dan motivasi bagi para pelaku usaha perempuan di Bumi Etam.
Ketua Umum DPD IWAPI Kaltim Ernawaty Gafar mengungkapkan, rakerda ini sempat tertunda dari 2024 karena tahun politik. Namun, penundaan tersebut tidak mengurangi semangat para anggota untuk hadir dan berkontribusi.
“Alhamdulillah, kurang lebih 150 anggota hadir. Selain rapat kerja, kita juga menggelar pameran UMKM, termasuk para binaan IWAPI. Suasananya kita buat semeriah mungkin, sekaligus menjadi ajang bagi anggota untuk mempromosikan produk,” ungkap Ernawaty.
Acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting, antara lain Kepala DP3A Provinsi Kalimantan Timur, Ketua Kadin Kaltim, Rektor Universitas Mulia, perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, serta pengurus dan anggota IWAPI dari seluruh DPC se-Kalimantan Timur.
Dalam rangka memperkuat program kerja ke depan, IWAPI Kaltim menandatangani tiga nota kesepahaman strategis. Pertama, kerja sama dengan Universitas Mulia melalui program “IWAPI Goes to Campus”. Program ini akan melibatkan 500–600 mahasiswa program studi bisnis untuk mencetak wirausaha muda, lengkap dengan pameran UMKM, talk show, dan seminar kewirausahaan.
“Kami ingin membangun generasi muda yang memiliki jiwa entrepreneur sejak dini. Dengan dukungan kampus, kita harapkan lahir pelaku usaha baru yang tangguh dan inovatif,” jelasnya.
Kerja sama kedua dilakukan dengan HKTI untuk mendukung ketahanan pangan. Fokus kerja sama ini adalah membantu memasarkan hasil pertanian yang kerap terkendala distribusi dan penjualan. “Kita melihat arahan Bapak Presiden bahwa ketahanan pangan sangat penting. Banyak petani binaan HKTI kesulitan memasarkan produk seperti beras, buah, dan hasil pertanian lainnya," kata Erna.
"Contohnya di Kutai Barat, kemarin saya mendapat informasi bahwa hasil panen rambutan berlimpah tetapi akhirnya busuk karena distribusi sulit. Perjalanan saja bisa 8 jam sekali jalan, total 16 jam pulang-pergi. Nah, melalui koperasi IWAPI, kita akan menampung dan memasarkan produk-produk tersebut, terutama yang bisa diserap oleh anggota di sektor katering dan pembibitan,” terangnya.
Kerja sama ketiga dengan Apindo, memanfaatkan program “Academy Award” mereka untuk membantu UMKM naik kelas menjadi pengusaha yang lebih kompetitif. Program ini mencakup peningkatan perizinan, kualitas produk, hingga pendampingan agar bisa menembus pasar nasional maupun internasional.
Rangkaian kegiatan Rakerda juga dimeriahkan dengan seminar kewirausahaan yang diikuti seluruh peserta. Panitia memberikan sertifikat kepada peserta sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
Hasil pembahasan Rakerda III ini akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IWAPI di Jakarta pada Oktober mendatang. Ernawaty optimistis, forum ini dapat membawa dampak positif bagi pengurus dan anggota IWAPI, serta mendorong UMKM Kaltim semakin berkembang.
“Kami berharap hasil Rakerda ini bisa menjadi langkah nyata untuk memajukan perempuan pengusaha di Kaltim. Sinergi dengan berbagai pihak akan membuat IWAPI semakin kuat dan berdaya saing, baik di tingkat lokal maupun global,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo