KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Emas sejak lama menjadi salah satu instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia. Nilainya yang relatif stabil bahkan cenderung meningkat dari waktu ke waktu, membuat logam mulia ini dipandang sebagai aset aman atau safe haven.
Namun, muncul pertanyaan yang kerap menjadi bahan pertimbangan, lebih baik memilih emas batangan atau emas perhiasan sebagai instrumen investasi?
Secara umum, emas batangan lebih banyak dipilih karena nilainya yang murni mencerminkan harga emas dunia. Bentuknya yang sederhana tanpa tambahan biaya desain atau ongkos pembuatan, membuat selisih harga jual dan beli (spread) emas batangan relatif lebih kecil dibanding perhiasan.
“Kalau tujuan utama adalah investasi jangka panjang, emas batangan tentu lebih menguntungkan. Harga jualnya mudah mengikuti perkembangan pasar dan lebih transparan,” kata pengamat ekonomi Bambang Saputra, sekaligus Dosen dan Peneliti STIE Balikpapan itu, Minggu (31/8).
Emas batangan juga memiliki tingkat kemurnian tinggi, umumnya 99,99 persen dan biasanya disertai sertifikat resmi yang memudahkan proses jual beli. Instrumen ini cocok untuk mereka yang ingin menabung aset bernilai tinggi dengan risiko rendah.
Di sisi lain, emas perhiasan memiliki daya tarik tersendiri. Selain berfungsi sebagai instrumen investasi, emas perhiasan juga bisa digunakan untuk mempercantik penampilan. “Emas perhiasan sering dipilih ibu rumah tangga atau generasi muda karena memiliki nilai ganda. Selain bisa dijual kembali, juga bisa dipakai dalam kegiatan sehari-hari maupun acara khusus,” tuturnya lagi.
Namun, perlu diingat bahwa emas perhiasan memiliki kekurangan dalam hal nilai jual kembali. Umumnya, toko emas akan memotong harga karena adanya ongkos pembuatan yang tidak ikut dihitung saat proses jual kembali. Selisih harga ini bisa cukup besar, sehingga investasi emas perhiasan lebih cocok untuk jangka panjang atau sekadar sebagai tabungan darurat.
Kedua pilihan tersebut, baik emas batangan maupun perhiasan tetap memiliki kelebihan masing-masing. Investor pemula biasanya bisa memulai dengan membeli emas perhiasan karena lebih terjangkau. Sementara mereka yang serius ingin menjadikan emas sebagai portofolio utama bisa memilih emas batangan.
Pada akhirnya, keputusan investasi kembali pada tujuan masing-masing individu. Jika mengutamakan keuntungan finansial murni, emas batangan menjadi pilihan tepat. Tetapi jika ingin mendapatkan fungsi ganda, perhiasan bisa menjadi alternatif. Yang terpenting, masyarakat perlu disiplin dalam menyisihkan dana untuk membeli emas secara rutin, agar manfaat investasi bisa dirasakan dalam jangka panjang.
"Kalau untuk murni investasi lebih baik emas batangan, karena peningkatan harga (return) lebih bagus dari perhiasan. Tapi kalau masyarakat awam, untuk edukasi ke perhiasan. Kembali lagi, semua tergantung pada tujuan membeli emas tersebut," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo