KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Nilai ekspor Balikpapan pada Agustus 2025 mencatatkan kenaikan signifikan, sebesar 16,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total nilai ekspor Kota Beriman mencapai USD 502,80 juta, naik dari USD 433,08 juta pada Juli 2025.
Namun, secara tahunan ekspor Balikpapan justru sedikit menurun sebesar 2,58 persen dibandingkan dengan Agustus 2024 yang tercatat USD 516,10 juta.
Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto menjelaskan, kenaikan ekspor pada Agustus terutama dipengaruhi oleh meningkatnya ekspor sektor nonmigas, khususnya dari industri pengolahan dan komoditas tambang.
“Kinerja ekspor nonmigas meningkat cukup kuat, naik 22,25 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kontribusi terbesar datang dari sektor pertambangan yang naik hampir 40 persen,” beber Marinda.
Data BPS menunjukkan, ekspor nonmigas Balikpapan mencapai USD 472,25 juta pada Agustus 2025, naik dari USD 386,32 juta pada Juli. Sementara itu, ekspor migas justru turun tajam hingga 34,68 persen menjadi USD 30,55 juta.
Secara kumulatif Januari–Agustus 2025, total ekspor Balikpapan tercatat sebesar USD 3.809,37 juta, turun 4,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Marinda, lonjakan terbesar secara bulanan berasal dari hasil tambang yang naik dari USD 154,58 juta menjadi USD 216,05 juta atau meningkat 39,76 persen. “Sektor pertambangan kembali menjadi motor utama ekspor Balikpapan. Selain itu, industri pengolahan juga memberikan kontribusi penting dengan nilai ekspor USD 255,86 juta,” jelasnya.
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok menjadi mitra dagang utama Balikpapan dengan nilai ekspor mencapai USD 195,09 juta pada Agustus 2025. Nilai ini melonjak 81,47 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya USD 107,50 juta.
Di posisi berikutnya terdapat Filipina dengan nilai ekspor USD 35,98 juta, naik 68,21 persen dibanding Juli. Sebaliknya, ekspor ke Malaysia dan Singapura justru menurun, masing-masing sebesar 60,07 persen dan 50,61 persen.
“Peningkatan ekspor ke Tiongkok sangat dominan bulan ini sejalan dengan naiknya permintaan komoditas tambang dan hasil industri pengolahan. Namun beberapa negara tujuan lain seperti Malaysia dan Singapura mengalami penurunan permintaan,” tutur Marinda.
Secara kumulatif Januari–Agustus 2025, ekspor ke Tiongkok mencapai USD 1.178,61 juta atau berkontribusi 30,94 persen terhadap total ekspor Balikpapan. Disusul Filipina dengan USD 607,14 juta (15,94 persen) dan Malaysia sebesar USD 340,24 juta (8,93 persen).
"Meskipun secara total ekspor mengalami sedikit penurunan dibanding tahun lalu, kinerja ekspor nonmigas menunjukkan tren positif yang diharapkan terus berlanjut hingga akhir tahun," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo