Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspada Ekonomi, Tabungan Warga Kaltim Seret: DPK Perseorangan Cuma 2,38 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 19 Oktober 2025 | 17:09 WIB
PERORANGAN: Penghimpunan dana masih banyak berasal dari perorangan. Mencapai 57,22 persen. Alami perlambatan dan hanya tumbuh 2,38 persen yoy.
PERORANGAN: Penghimpunan dana masih banyak berasal dari perorangan. Mencapai 57,22 persen. Alami perlambatan dan hanya tumbuh 2,38 persen yoy.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Laju penghimpunan dana masyarakat di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai melambat. Bank Indonesia (BI) mencatat, Dana Pihak Ketiga (DPK) Kaltim pada triwulan II 2025 mengalami kontraksi 4,24 persen (yoy) dengan total nilai mencapai Rp158,74 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto mengatakan, kontraksi tersebut terjadi karena penurunan pada dua komponen utama, yakni giro dan deposito. “Penurunan DPK Kaltim pada periode laporan, terjadi seiring dengan kontraksi pada giro dan deposito masing-masing 21,14 persen (yoy) dan 2,08 persen (yoy),” ungkapnya.

Sementara itu, di tingkat nasional, DPK masih tumbuh positif 3,81 persen (yoy). Namun, angka tersebut juga menunjukkan perlambatan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Menandakan tekanan terhadap likuiditas perbankan tidak hanya dirasakan di daerah, tetapi juga secara nasional.

Meski dua komponen utama menurun, tabungan masih menunjukkan pertumbuhan positif di Kaltim. “Walau masih tumbuh positif, pertumbuhan tabungan tercatat mengalami perlambatan menjadi 7,46 persen (yoy) dari 9,77 persen (yoy) pada periode sebelumnya,” terang Budi.

Berdasarkan komposisi, DPK Kaltim saat ini didominasi oleh tabungan dengan pangsa 45,15 persen, diikuti deposito 27,55 persen, dan giro 26,30 persen.

Budi menjelaskan, dari sisi golongan nasabah, penghimpunan dana di Kaltim masih banyak berasal dari perorangan. “Pada triwulan II 2025, pangsa DPK perseorangan mencapai 57,22 persen dari total DPK Kaltim, disusul oleh korporasi dan pemerintah dengan pangsa sebesar 30,38 persen dan 9,71 persen,” ujarnya.

Meskipun tumbuh positif, DPK perseorangan di Kaltim mulai menunjukkan perlambatan. “DPK perseorangan Kaltim tercatat masih tumbuh positif sebesar 2,38 persen (yoy), walau melambat dibandingkan dengan periode sebelumnya (4,82 persen yoy),” tambah Budi.

Perlambatan menandakan kecenderungan masyarakat untuk menahan konsumsi dan menunda simpanan tambahan di bank.

Menurut BI, kondisi tersebut berkaitan erat dengan turunnya Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencerminkan kehati-hatian masyarakat terhadap situasi ekonomi. “Kondisi ini mencerminkan kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi sekaligus masih terbatasnya daya beli,” pungkas Budi. (*)

 

Editor : Ismet Rifani
#DPK Kaltim Kontraksi #Perwakilan BI Kaltim #Budi Widihartanto