Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mobil Listrik Double Cabin Hadir di Kaltim: Cocok Digunakan di Tambang

Akbar Sopianto • Jumat, 24 Oktober 2025 | 17:05 WIB
Manajemen PT Adarton saat melakukan pengisian daya listrik ke unit JAC sebagai komitmen untuk mengurangi emisi karbon dan mengurangi biaya energi.   
Manajemen PT Adarton saat melakukan pengisian daya listrik ke unit JAC sebagai komitmen untuk mengurangi emisi karbon dan mengurangi biaya energi.  

SAMARINDA - Tidak hanya kendaraan pribadi, penggunaan kendaraan listrik di industri pertambangan Indonesia semakin mengalami peningkatan. Hal tersebut dibuktikan dengan hadirnya otomotif bertenaga listrik asal tiongkok untuk pertama kalinya di provinsi Kaltim. Yakni JAC Trekker T9, yang merupakan double cabin listrik bertenaga dual motor 4×4 dengan medan tambang.

COO Adarton Indo Pacific, Henderson Wong mengatakan, kendaraan tambang berbasis listrik dinilai mampu memberikan efisiensi operasional, lebih ramah lingkungan, dan tidak menimbulkan kebisingan. Peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik didorong oleh komitmen untuk mengurangi emisi karbon, mengurangi biaya energi.

“Kan tidak ada gas buang ya kan tidak ada mesinnya. Jadi pasti ramah lingkungan, tidak ada asap, dan kemudian juga tidak usah takut pengeluaran coast untuk bahan bakar, karena biaya untuk yang listrik itu akan lebih murah 60 hingga 70 persen dibandingkan dengan mobil sarana double cabin lainnya,” ucapnya.

Nampak satu unit mobil listrik double cabin jadi andalan perdana di Kaltim untuk mendukung energi berkelanjutan.
Nampak satu unit mobil listrik double cabin jadi andalan perdana di Kaltim untuk mendukung energi berkelanjutan.

Diungkapkan Henderson, untuk di Indonesia provinsi Kaltim yang pertama memiliki unit JAC Trakker T9 tepatnya di PT Adarton wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Untuk pengoperasian simpel banget seperti mobil biasa.

“Kami berharap hadirnya mobil unit tenaga listrik ini dapat di dukung pemerintah. Karena PT Adarton sudah menghadirkan satu unit JAC, sebagai upaya untuk kita melestarikan lingkungan serta mengarah untuk energi berkrelanjutan,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten Kukar, Sunggono mengaku apa yang dilakukan PT Adarton bentuk kepedulian lingkungan di dunia pertambangan. Menghadirkan satu unit percontohan mobil bertenaga listrik double cabin bentuk awal yang bagus. Karena selain dapat menghemat bahan bakar, juga memberikan edukasi yang baik bagi perusahaan pertambangan.

“Semoga kedepannya tidak hanya satu unit yang dihadirkan, karena ini merupakan langkah yang positif dunia pertambangan,” ungkap Sunggono.

Ia mengajak menjaga lingkungan sejak dini dengan mengikuti langkah PT Adarton. Karena mengurangi polusi udara diperlukan aksi nyata. “Salah satunya langkah Adarton bentuk upaya mengurangi gas karbon di industri pertambangan batu bara,” tegasnya.

Sementara itu, Dewan pakar Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Kaltim, juga Team Ahli Bidang Kajian Paska Tambang & Ekonomi Hijau Pertambangan, Dr Ir Agus Wiramsya Oscar ST MT CPI IPU ASEAN Eng CCLE CCDS mengatakan, ini merupakan terobosan yang sangat positif, dan bisa menjadi percontohan bagi perusahaan tambang lainnnya.

Kehadiran kendaraan listrik ini, menurut Oscar, menjadi bukti bahwa transformasi energi bersih di sektor pertambangan, bukan lagi sekadar wacana, melainkan mulai diwujudkan secara nyata di lapangan. "Langkah ini sejalan dengan tren global menuju pertambangan hijau dan berkelanjutan," tutupnya. (pms/as/kri)

Editor : Sukri Sikki
#Sunggono #tambang #kaltim #mobil listrik