Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ekspor Naik, Duit Seret! Batu Bara Kaltim Laku Keras tapi Nilainya Anjlok

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:07 WIB

Secara volume ekspor, batu bara meningkat menjadi 212,16 juta ton. Walau secara nominal, turun USD27,02 miliar.
Secara volume ekspor, batu bara meningkat menjadi 212,16 juta ton. Walau secara nominal, turun USD27,02 miliar.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Produksi batu bara Kalimantan Timur masih menunjukkan taringnya di pasar global.

Sepanjang 2024, volume ekspor meningkat cukup signifikan, menandakan geliat sektor pertambangan belum padam. Namun, di balik lonjakan itu, terselip kabar yang tak seindah angkanya.

Alih-alih mendatangkan lebih banyak devisa, nilai ekspor Kaltim justru terjun bebas. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar.

Baca Juga: Kadin Balikpapan Jamin Keberlangsungan Usaha UMKM

Bagaiman bisa ekspor naik, tetapi uang yang masuk berkurang?

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa anomali tersebut disebabkan penurunan harga komoditas utama di pasar global.

“Kaltim merupakan salah satu kontributor utama ekspor batu bara nasional. Namun, penurunan harga batu bara akibat melemahnya permintaan, terutama dari Tiongkok dan India, membuat nilai ekspornya menurun,” ujarnya.

Berdasarkan data BPS, total nilai ekspor Kaltim pada 2024 tercatat USD 24,67 miliar. Angka ini turun dibandingkan 2023 yang mencapai USD 27,02 miliar.

Penurunan terjadi hampir di semua sektor, baik migas maupun nonmigas. Nilai ekspor migas merosot dari USD 2,71 miliar menjadi USD 2,50 miliar, sementara nonmigas anjlok dari USD 24,31 miliar ke USD 22,16 miliar.

Yusniar menyebut, pelemahan harga batu bara, minyak kelapa sawit, serta produk perikanan dan pertanian di pasar internasional menjadi penyebab utama penurunan nilai ekspor.

“Melemahnya harga sejumlah komoditas utama menjadi faktor kunci turunnya nilai ekspor Kaltim tahun ini,” jelasnya.

Meski nilai ekspor turun, volume batu bara yang dikirim ke luar negeri justru meningkat menjadi 212,16 juta ton.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa aktivitas produksi dan permintaan fisik batu bara masih terjaga, meski nilainya menurun.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi pasar terbesar bagi Kaltim dengan pangsa 33,92 persen.

Disusul India sebesar 13,61 persen, Filipina 8,11 persen, Jepang 7,9 persen, serta Taiwan dan Malaysia yang masing-masing menyumbang 6,5 persen dan 5,48 persen.

“Konsentrasi ekspor Kaltim masih sangat bergantung pada pasar Asia Timur dan Asia Selatan,” ujar Yusniar.

BPS juga mencatat bahwa ekspor nonmigas masih didominasi batu bara, minyak kelapa sawit, dan turunannya.

Baca Juga: Pegadaian Kenalkan Aplikasi Tring ke Publik Kaltim, Akselerasi Ekonomi Digital, Mudahkan Investasi Emas

Ketergantungan terhadap komoditas mentah membuat nilai ekspor Kaltim sangat sensitif terhadap gejolak harga global.

Kendati demikian, peningkatan volume ekspor memberi sinyal positif bagi perekonomian daerah.

Mesin produksi di Kaltim masih bergerak, meski tantangan harga global perlu diantisipasi dengan strategi baru pada tahun mendatang. (*)

 

Editor : Ery Supriyadi
#india #pasar global #tiongkok #migas #ekspor #pertambangan #batu bara