SAMARINDA - Balikpapan masih jadi pelabuhan primadona dalam perdagangan luar negeri Kalimantan Timur. Namun, geliat ekspor dari pelabuhan utama harus sedikit melambat pada September 2025.
Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menyebut, tiga pelabuhan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor Kaltim adalah Pelabuhan Balikpapan (USD384,63 juta), Pelabuhan Samarinda (USD338,22 juta), dan Pelabuhan Bonthan Bay (USD283,25 juta).
“Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, nilai ekspor dari lima pelabuhan utama mengalami penurunan sebesar 9,24 persen, yaitu dari sebesar USD1.578,00 juta menjadi sebesar USD1.432,24 juta pada September 2025,” jelas Yusniar.
Penurunan terlihat pada beberapa pelabuhan besar. Ekspor dari Pelabuhan Balikpapan turun 23,38 persen secara month-to-month (mtm), sementara Pelabuhan Bonthan Bay juga turun 8,22 persen. Di sisi lain, Pelabuhan Tanjung Bara justru mencatat kenaikan ekspor 5,82 persen.
Meski melambat dalam jangka pendek, tren kontribusi sepanjang tahun masih menunjukkan dominasi pelabuhan utama di Bumi Etam. “Selama periode Januari-September 2025, nilai ekspor dari Pelabuhan Balikpapan menyumbang 27,49 persen terhadap total ekspor Kaltim, kemudian diikuti Pelabuhan Samarinda sebesar 20,73 persen, dan Pelabuhan Bonthan Bay sebesar 14,78 persen,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, total ekspor dari kelima pelabuhan utama mencapai USD1.432,24 juta pada September 2025, sementara ekspor dari pelabuhan lainnya tercatat USD246,12 juta.
Data BPS menunjukkan, dalam sembilan bulan pertama tahun ini, ekspor Kaltim didominasi produk hasil tambang dan industri yang dikirim melalui jalur laut dari pelabuhan-pelabuhan utama di pesisir timur. Meski fluktuatif dari bulan ke bulan, kontribusi ekspor dari kawasan pelabuhan besar tetap menopang lebih dari 86 persen total ekspor Kaltim.
Editor : Muhammad Ridhuan