Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kisah Sukses drh Intan Purwa Dewantari Bangun Klinik Hewan, Kuncinya Jiwa Kekeluargaan dan Kejujuran

Raden Roro Mira Budi Asih • Sabtu, 8 November 2025 | 18:39 WIB
SEJAK 2018: Memutuskan membuka klinik sejak 7 tahun lalu, drh Intan (tengah) awalnya ragu dan bermodalkan tempat kecil. Kini telah memiliki empat cabang di Samarinda.
SEJAK 2018: Memutuskan membuka klinik sejak 7 tahun lalu, drh Intan (tengah) awalnya ragu dan bermodalkan tempat kecil. Kini telah memiliki empat cabang di Samarinda.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di balik kesuksesan Antasari Pet Clinic, ada filosofi kerja yang sederhana namun kuat yang dijunjung drh Intan Bangun. Sejak berdiri pada 2018, dia menanamkan nilai kekompakan dan empati pada setiap anggota timnya.

Bagi Intan, pelayanan terbaik hanya bisa lahir dari hati yang tulus. “Apa yang saya berikan ke pasien dan klien (pemilik hewan), tim juga harus melakukan yang sama. Jadi harus totalitas,” ujarnya baru-baru ini. Prinsip itu menjadi pegangan seluruh stafnya hingga kini. “Di sini, semua tim juga sudah saya anggap sebagai keluarga,” sambung pendiri klinik tersebut.

Menurutnya, klien datang bukan karena dirinya semata. Tapi karena memang pelayanan klinik. Kalimat itu menjadi pengingat bagi seluruh tim untuk bekerja dengan hati dan rasa saling menghargai.

Namun, membangun tim yang solid tak selalu mudah. Intan pernah menghadapi cobaan berat ketika empat pegawainya terlibat kasus penggelapan. “Saya harus ngurangin empat orang, baru-baru ini kejadiannya,” ucapnya. Meski sempat terpukul, dia memilih untuk terbuka dan bertanggung jawab.

“Saya update di media sosial, siapa yang ngerasa dirugikan saya minta maaf sebesar-besarnya,” katanya. Sikap jujur itu justru membuat kepercayaan publik kembali.

Bagi Intan, kepercayaan klien tak ternilai. “Saya yakin Allah enggak tidur. Selama kita kasih setulus mungkin ke pegawai dan pasien, bangun komunikasi baik ke klien, kalau pun ada yang mengecewakan ya berarti enggak jodoh,” ujar alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu.

Intan juga selalu menekankan empati, baik pada hewan maupun pemiliknya. “Kami bukan cuma mengobati hewan, tapi juga menenangkan pemiliknya. Karena bagi mereka, hewan itu keluarga. Berusaha menempatkan bagaimana kalau yang sakit itu peliharaan kita,” ujarnya.

Filosofi itu membuat suasana kerja di klinik terasa hangat. Tak ada jarak antara dokter dan perawat, antara pemilik dan pasien. Semua bergerak dengan satu tujuan, menyembuhkan dengan hati.

Bukan perkara mudah mengobati makhluk yang tak dapat mengutarakan apa yang dirasa. Bagi awam, mungkin sudah tidak ada harapan hidup. Tapi bagi Intan, semua ada jalannya.

"Misal kucing suara napasnya sudah kayak orang kecekik, sudah satu-satu. Orang mikir wah sudah enggak bisa selamat. Ternyata pas dicek, ada cairan di paru-paru, begitu disedot, sudah bisa normal dan sembuh. Bagi saya, semua pasien itu ilmu dan amanah," terangnya.

Bagi Intan, kesuksesan bukan hanya soal fasilitas atau jumlah cabang, tapi seberapa besar nilai kemanusiaan yang tetap dijaga. “Yang penting, tetap tulus. Karena kalau bukan dari hati, hewan bisa merasakannya,” tutupnya dengan senyum. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bisnis #klinik #Antasari Pet Clinic #hewan #kisah sukses #samarinda