KALTIMPOST.ID-Nilai impor dari 13 negara utama tercatat USD 53,40 juta, turun USD 6,99 juta atau 11,57 persen dibandingkan Agustus 2025.
Penurunan terutama dipicu oleh berkurangnya impor dari Tiongkok, Thailand, dan Swedia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana mengatakan, tiga negara tersebut menjadi penyumbang terbesar penurunan kali ini.
“Nilai impor dari Tiongkok turun USD 11,52 juta (40,29 persen), Thailand turun USD 1,09 juta (80,15 persen), dan Swedia turun USD 0,71 juta (27,00 persen),” terangnya.
Meski secara umum menurun, sejumlah negara mitra masih mencatat pertumbuhan positif. Di antaranya Malaysia yang naik USD 3,29 juta (269,67 persen) dan India yang meningkat USD 3,83 juta (455,95 persen).
Jika dilihat secara kumulatif, selama Januari-September 2025, total impor nonmigas dari 13 negara utama mencapai USD 696,88 juta, turun 21,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kontribusi terbesar negara asal barang masih didominasi oleh Tiongkok sebesar USD 315,96 juta dengan peranan 35,55 persen. Diikuti Jerman sebesar USD 78,14 juta (8,79 persen), dan Amerika Serikat USD 70,39 juta (7,92 persen),” jelas Yusniar.
Berdasarkan kawasan, impor nonmigas Kaltim selama sembilan bulan pertama 2025 didominasi oleh Uni Eropa dengan nilai USD 216,13 juta (24,32 persen), diikuti ASEAN USD 113,63 juta (12,78 persen).
Penurunan impor dari sejumlah negara utama itu mencerminkan perlambatan permintaan bahan baku industri dan alat berat di Kaltim. Terutama pada sektor-sektor yang bergantung pada pasokan komponen dari Tiongkok dan Eropa. (rd)
RADEN RORO MIRA
Editor : Romdani.