KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Program Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) semakin menjadi motor penggerak akses keuangan bagi UMKM di Kaltim. Kegiatan yang merupakan kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara), Bank Indonesia, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) itu terus menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
"Hingga triwulan III 2025, program BIMA ETAM telah terselenggara dalam tujuh seri kegiatan di lima wilayah," sebut Kepala OJK Kaltim-Kaltara Parjiman. Wilayah tersebut mencakup Samarinda, Bontang, Berau, Kutai Kartanegara, dan Kutai Barat.
Seri ketujuh digelar pada 30 September 2025 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kutai Barat. Kegiatan itu mendapat respons positif dari pemerintah daerah dan antusiasme tinggi dari pelaku UMKM setempat.
"Pada seri tersebut, berhasil direalisasikan pembiayaan kepada 160 debitur dengan total plafon penyaluran sebesar Rp11,86 miliar," ungkap pria yang disapa Jimmy itu.
Penyaluran itu menjadi bukti bahwa skema business matching mampu mempertemukan kebutuhan modal UMKM dengan lembaga keuangan secara efektif.
BIMA ETAM tidak hanya memfasilitasi penyaluran pembiayaan, tetapi juga memberikan literasi keuangan agar pelaku usaha lebih siap mengelola bisnis secara mandiri. Memberikan manfaat nyata, baik bagi mereka yang baru memulai usaha maupun yang ingin memperluas kapasitas.
"OJK Kaltim-Kaltara bersama seluruh mitra strategis berkomitmen untuk melanjutkan BIMA ETAM di kabupaten/kota lainnya," imbuh Jimmy. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM di seluruh Kaltim.
Dengan capaian signifikan di tujuh seri pelaksanaan, BIMA ETAM diproyeksikan terus menjadi wadah strategis bagi peningkatan akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)
Editor : Ismet Rifani