Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kunjungan Kapal di Pelabuhan Balikpapan Naik, tapi Ada Fluktuasi Kapasitas GT dan LOA

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 23 November 2025 | 20:40 WIB
AKTIVITAS: Kunjungan kapal dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Peti kemas Kariangau mencapai 1.628 unit, meningkat 1,88 persen dibanding Agustus 2025.
AKTIVITAS: Kunjungan kapal dalam negeri di Pelabuhan Semayang dan Peti kemas Kariangau mencapai 1.628 unit, meningkat 1,88 persen dibanding Agustus 2025.

BALIKPAPAN - Aktivitas kunjungan kapal di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau menunjukkan tren positif pada September 2025. Di mana, kunjungan kapal dalam negeri mencapai 1.628 unit, meningkat 1,88 persen dibanding Agustus 2025.

Meski demikian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama mengungkap, peningkatan unit tidak sepenuhnya tercermin pada kapasitas angkut karena tonase kapal yang datang justru menunjukkan pola yang berfluktuasi.

Marinda menyebut fenomena ini sebagai indikasi perubahan jenis kapal yang beroperasi. “Kenaikan jumlah unit kapal tidak otomatis menggambarkan meningkatnya aktivitas kargo. Ada pergeseran karakteristik kapal yang sandar, di mana sebagian kapal berukuran lebih kecil, sehingga tonase tidak tumbuh sebanding dengan jumlah kedatangan,” katanya.

Berdasarkan data, total GT (Gross Tonnage) kapal dalam negeri pada September 2025 mencapai 5.370.855 GT. Angka ini naik 17,56 persen dibanding Agustus, namun tetap lebih rendah 38,05 persen dibanding September 2024.

Sementara panjang kapal berdasarkan LOA (Length Overall) juga meningkat 15,66 persen dibanding Agustus 2025, tetapi masih lebih kecil 27,65 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Untuk kapal luar negeri, pergerakannya juga menunjukkan pola menarik. Jumlah kunjungan kapal asing mencapai 45 unit atau naik 21,62 persen dibanding Agustus 2025.

Namun secara tahunan, angka ini masih lebih rendah 29,69 persen dibanding September 2024. Dari sisi GT, kapal luar negeri yang sandar mencatat 1.643.414 GT, naik 26,91 persen dibanding bulan sebelumnya meski turun 33,21 persen secara tahunan.

Marinda menekankan bahwa fluktuasi kapasitas kapal merupakan indikator penting dalam membaca kondisi transportasi laut Balikpapan.

“Ini menunjukkan dinamika aktivitas pelayaran yang dipengaruhi banyak faktor, mulai dari biaya logistik, permintaan pasar, hingga perputaran kapal di rute tertentu. Data ini perlu dipahami sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pengelola pelabuhan maupun sektor industri,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kunjungan kapal, meski tidak diikuti peningkatan tonase secara konsisten, tetap menjadi sinyal bahwa jalur pelayaran menuju Balikpapan cukup aktif. “Yang penting adalah bagaimana pelabuhan dan pelaku industri memanfaatkan kenaikan kunjungan ini agar aktivitas logistik berjalan lebih efisien,” ujarnya.

Dengan perkembangan ini, BPS menilai sektor transportasi laut Balikpapan masih menunjukkan ketahanan, meskipun beberapa indikator kapasitas kapal masih fluktuatif. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Barang #Pelabuhan Peti Kemas Kariangau #kunjungan kapal #bongkar muat #pelabuhan semayang