Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BSI Sebut Pangsa Pasar Mereka Bisa Naik 96 Persen di Kaltimtara, Ini Daerah Tumpuannya

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 23 November 2025 | 20:45 WIB
Area Manager BSI Kaltimtara Andhi Asni.
Area Manager BSI Kaltimtara Andhi Asni.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah persaingan perbankan yang makin kompetitif, Bank Syariah Indonesia (BSI) melihat masih terbukanya ruang pertumbuhan pangsa pasar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Wilayah ini dinilai sebagai salah satu ceruk ekonomi yang belum sepenuhnya terlayani layanan keuangan syariah, dengan potensi peningkatan market share hingga 96 persen.

Area Manager BSI Kaltimtara Andhi Asni mengatakan, bahwa kontribusi wilayah Balikpapan menjadi penopang pengumpulan dana syariah. Kinerja dana pihak ketiga (DPK) BSI di kawasan ini mencapai 4,27 persen pangsa pasar, sementara pembiayaan di angka 2,7 persen.

"Kalau bicara aset, memang area Balikpapan ini drive-nya aset dana. Dana yang terkumpul lebih besar dibandingkan pembiayaan. Dan secara potensi, area Balikpapan–Kaltara punya ruang sekitar 96 persen untuk kita tingkatkan," ucap Andhi.

Menurutnya, dominasi Balikpapan sebagai pusat aktivitas ekonomi turut mendorong kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Pun, Kalimantan Timur tercatat sebagai wilayah yang memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan market share BSI.

Ia menambahkan, kompetisi antar bank syariah maupun bank konvensional berbasis syariah tetap terbuka luas. Namun BSI memanfaatkan momentum itu dengan memperkuat interaksi layanan, termasuk penempatan layanan digital, perluasan QRIS BSI, serta kerja sama pengelolaan tenant untuk memperluas titik kehadiran bank.

"BSI ingin hadir di mana-mana. Kami ingin nasabah selalu berinteraksi dengan layanan BSI, termasuk melalui QRIS BSI di berbagai kegiatan maupun tenant," ungkapnya.

Andhi menegaskan bahwa secara bisnis, kawasan Kaltim–Kaltara menguasai sekitar 70 persen pasar bank syariah regional. Dengan rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta pertumbuhan populasi pekerja, peluang peningkatan DPK, pembiayaan, serta perluasan layanan transaksional diproyeksikan semakin terbuka.

"Kita bersyukur aktivitas masyarakat di Kalimantan Timur membuat market share juga ikut naik. Ini jadi momentum yang harus kita maksimalkan," tuturnya.

Dengan ruang pasar syariah yang masih luas, BSI menilai Kalimantan tetap menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan bank syariah dalam beberapa tahun ke depan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kalimantan utara #market share #BSI #Pangsa Pasar #dana pihak ketiga #kalimantan timur #bank syariah indonesia