KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dorongan modernisasi sistem keuangan lintas negara kini menjadi salah satu fokus penting dalam layanan haji Indonesia. Seiring semakin kompleksnya kebutuhan transaksi jamaah selama di Arab Saudi, mulai pembayaran konsumsi, akomodasi hingga belanja.
Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kolaborasi dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Penandatanganan kerja sama menjadi langkah besar menuju modernisasi layanan perbankan syariah yang mendukung keamanan ibadah sekaligus kelancaran aktivitas keuangan jamaah selama di Tanah Suci.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkap, kesepakatan tersebut mencakup penguatan operasional transaksi haji, integrasi sistem digital, serta pemanfaatan produk keuangan syariah yang relevan.
"Sebagai market leader layanan tabungan haji, BSI saat ini mengelola lebih dari 6,7 juta rekening di mana 51 persen telah masuk dalam daftar tunggu. Dengan digitalisasi layanan melalui BYOND by BSI, BSI Net, ATM, kantor cabang, serta BSI Agen, perusahaan memastikan akses layanan haji yang mudah, aman, dan terhubung di berbagai daerah," ucapnya, Senin (24/11).
Dia menegaskan, integrasi sistem antarnegara yang tengah disiapkan akan meningkatkan kecepatan, keamanan, dan kenyamanan transaksi selama jamaah melaksanakan ibadah.
“Kami berkomitmen menyediakan layanan perbankan syariah yang lebih cepat, aman dan terkoneksi dengan sistem di Arab Saudi. Sehingga jamaah dapat beribadah dengan tenang dan juga dapat melakukan transaksi keuangan di Arab Saudi secara aman,” ujarnya.
Kerja sama ini juga menjadi bagian persiapan layanan haji 2026, di mana biaya perjalanan telah ditetapkan sebesar Rp 87,4 juta per jamaah. Rata-rata setoran jamaah berada di angka Rp 54,19 juta, sedangkan sisanya ditopang nilai manfaat dana haji yang pada tahun ini menurun dibandingkan 2025 mendorong pentingnya efisiensi dan transparansi pengelolaan dana.
BSI turut memperluas kemudahan pelunasan biaya haji melalui kanal offline dan online, termasuk ribuan BSI Agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini mempermudah jamaah dalam menyelesaikan pembayaran tanpa kendala administratif.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyambut positif kolaborasi tersebut dan menilai integrasi sistem layanan adalah langkah strategis untuk meningkatkan pengalaman ibadah jamaah Indonesia.
“Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji, sehingga peningkatan pelayanan haji dan umrah menjadi prioritas utama kami setiap tahun,” kata Irfan.
Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berharap layanan haji Indonesia menjadi lebih modern, aman, dan terhubung penuh, sekaligus menjawab kebutuhan jamaah di era digital yang semakin menuntut kecepatan dan kenyamanan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo