KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Gerak naik-turun angka pengangguran di Kaltim kembali memperlihatkan pola unik ketika ditelisik berdasarkan tingkat pendidikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan, dalam tiga tahun terakhir yakni Agustus 2023-Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk pendidikan rendah cenderung turun, sementara untuk lulusan pendidikan tinggi justru lebih fluktuatif.
Dijelaskan Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana, bahwa pola itu mengindikasikan dinamika kebutuhan pasar kerja. Pada Agustus 2025, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kembali mencatat TPT tertinggi, yakni 7,72 persen. Angka tersebut jauh di atas jenjang pendidikan lain.
"Sebaliknya, lulusan SD ke bawah menjadi kelompok dengan TPT terendah, yaitu 2,48 persen," beber Yusniar.
Dia menyebutkan, untuk kondisi periode Agustus 2024 ke Agustus 2025, kategori tingkat pendidikan yang mengalami penurunan yaitu kategori SD ke bawah, SMP, SMK, dan Diploma. Sementara pada kategori SMA dan Universitas mengalami peningkatan.
Jika dirinci, kenaikan TPT paling menonjol terjadi pada lulusan universitas (Diploma IV sampai S3) dengan peningkatan 1,35 persen poin, disusul lulusan SMA yang naik 0,38 persen poin dibanding Agustus 2024.
"Sebaliknya, penurunan cukup signifikan terjadi pada jenjang Diploma, yakni turun 3,91 persen poin. Lulusan SMK juga mencatat penurunan sebesar 0,54 persen poin, kemudian lulusan SMP turun 0,41 persen poin, dan SD ke bawah turun 0,14 persen poin," paparnya.
Pergerakan itu menunjukkan bahwa peluang dan tantangan di pasar kerja tidak selalu berbanding lurus dengan jenjang pendidikan. Di tengah kebutuhan industri yang berubah cepat, kompetensi spesifik menjadi faktor penentu utama. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo