Untuk menjaga rupiah, BI mengaktifkan dua jalur intervensi yakni pasar spot dan Non Deliverable Forward (NDF). “Kami memastikan nilai tukar terjaga stabil sesuai fundamental,” tegas Perry. Pembelian Surat Perbendaharaan Negara (SPN) di pasar sekunder juga menjadi instrumen yang diperkuat.
Perry menambahkan bahwa cadangan devisa Indonesia berada pada level yang cukup. Penempatan Dana Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) diperluas untuk memperkuat likuiditas valas domestik. “Kecukupan pencadangan tetap terjaga,” ujarnya saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang digelar hybrid di Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim.
Pihaknya juga mempercepat pendalaman pasar uang untuk memperkuat pertahanan eksternal. Dengan target transaksi harian Rp81 triliun pada 2030, pasar keuangan domestik diharapkan makin tangguh menghadapi volatilitas global.
Perry menyebut stabilitas eksternal adalah syarat mutlak agar ekonomi nasional dapat bertumbuh lebih tinggi. “Stabilitas stabilitas yang dinamis adalah fondasi bagi tiap negara,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani