Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BI Perkuat Tembok Devisa, Perry Pastikan Rupiah Dijaga Ketat

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 30 November 2025 | 17:03 WIB

STABILITAS: BI memastikan stabilitas nilai tukar rupiah. Aktifkan dua intervensi yakni pasar spot dan NDF.
STABILITAS: BI memastikan stabilitas nilai tukar rupiah. Aktifkan dua intervensi yakni pasar spot dan NDF.
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi prioritas utama di tengah tekanan pasar global. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut serangan volatilitas global masih akan terjadi pada 2026, terutama akibat kebijakan suku bunga negara maju dan gejolak geopolitik.

Untuk menjaga rupiah, BI mengaktifkan dua jalur intervensi yakni pasar spot dan Non Deliverable Forward (NDF). “Kami memastikan nilai tukar terjaga stabil sesuai fundamental,” tegas Perry. Pembelian Surat Perbendaharaan Negara (SPN) di pasar sekunder juga menjadi instrumen yang diperkuat.

Perry menambahkan bahwa cadangan devisa Indonesia berada pada level yang cukup. Penempatan Dana Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) diperluas untuk memperkuat likuiditas valas domestik. “Kecukupan pencadangan tetap terjaga,” ujarnya saat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) yang digelar hybrid di Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim.

Pihaknya juga mempercepat pendalaman pasar uang untuk memperkuat pertahanan eksternal. Dengan target transaksi harian Rp81 triliun pada 2030, pasar keuangan domestik diharapkan makin tangguh menghadapi volatilitas global.

Perry menyebut stabilitas eksternal adalah syarat mutlak agar ekonomi nasional dapat bertumbuh lebih tinggi. “Stabilitas stabilitas yang dinamis adalah fondasi bagi tiap negara,” tutupnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#stabilitas nilai tukar rupiah #gubernur bi perry warjiyo