KALTIMPOST.ID-Pada saat sektor migas masih dibebani defisit besar akibat tingginya keperluan impor energi, sektor non-migas justru tampil sebagai penopang dan membawa neraca perdagangan kota kembali mencatatkan surplus.
Hal itu juga terlihat dari neraca perdagangan Oktober 2025. Di mana tercatat surplus sebesar USD 45,61 juta.
Angka itu muncul berkat tingginya ekspor non-migas yang mencapai USD 429,86 juta. Dengan impor non-migas hanya di angka USD 55,40 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama menjelaskan, sektor non-migas kembali menjadi motor pertumbuhan perdagangan kota.
“Pada Oktober 2025, yang mendorong surplus perdagangan adalah ekspor non-migas dengan surplus mencapai USD 374,46 juta. Sektor itu konsisten memberikan kontribusi positif,” kata Marinda.
Sementara itu, sektor migas masih berada dalam tekanan. Ekspor migas hanya mencapai USD 58,42 juta. Jauh di bawah nilai impor migas yang mencapai USD 387,27 juta.
Kondisi tersebut membuat migas kembali mencatat defisit besar, yakni sebesar USD 328,85 juta pada Oktober 2025.
Secara kumulatif Januari hingga Oktober 2025, surplus perdagangan Balikpapan mencapai USD 1,1 miliar.
Angka itu hampir sepenuhnya ditopang oleh kinerja non-migas, yang mencatat surplus kumulatif sebesar USD 3,3 miliar.
Sebaliknya, sektor migas mengalami defisit kumulatif sebesar USD 2,2 miliar, memperlihatkan ketergantungan Balikpapan terhadap sektor non-migas sebagai penyeimbang.
Menurut Marinda, tren positif dari non-migas bukan hanya terjadi dalam sebulan, tetapi terlihat stabil sepanjang tahun.
“Non-migas menjadi jangkar utama yang menjaga neraca perdagangan tetap surplus. Stabilitas ekspor dengan impor yang relatif rendah membuat sektor ini menjadi kunci daya tahan ekonomi kota,” jelasnya.
Marinda menilai peluang surplus hingga Desember tetap besar selama tren ekspor non-migas bertahan.
“Dengan kondisi migas yang masih rentan terhadap fluktuasi harga global, dominasi non-migas diperkirakan terus berperan besar dalam menjaga neraca perdagangan Balikpapan hingga akhir tahun,” ujarnya. (rd)
Editor : Romdani.