KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Laju ekspor Kalimantan Timur kembali melorot pada triwulan III 2025. Penopang utama perekonomian daerah itu kehilangan tenaga setelah ekspor nonmigas merosot tajam, terutama dari komoditas batu bara yang terus terpukul oleh permintaan global yang lesu.
Dijelaskan Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto bahwa perlambatan terjadi cukup signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya. “Komponen ekspor Kaltim di triwulan III 2025 sebesar 5,73 persen (year-onyear/yoy), melambat dibandingkan dengan kondisi triwulan sebelumnya 7,18 persen (yoy),” jelasnya.
Jatuhnya ekspor nonmigas menjadi penyebab utama. “Perlambatan komponen ekspor disebabkan utamanya oleh masih terkontraksinya nilai ekspor nonmigas sebesar 10,96 persen (yoy),” kata Budi.
Kontraksi paling tajam datang dari batu bara, yang kembali terpuruk hingga dua digit. “Melemahnya ekspor nonmigas pada periode laporan disebabkan oleh nilai ekspor batu bara yang masih terkontraksi sebesar 22,26 persen (yoy). Kondisi ini terjadi seiring masih lesunya permintaan batu bara negara mitra dagang utama,” ungkapnya.
Harga batu bara acuan yang turut merosot semakin memperdalam tekanan. Sejalan dengan penurunan harga batu bara acuan yang terkontraksi 16,86 persen (yoy). Meski begitu, masih ada bantalan penting yang mencegah perlambatan lebih dalam.
“Di sisi lain, ekspor migas Kaltim tercatat tumbuh 20,27 persen (yoy) dan menahan perlambatan yang lebih dalam pada komponen ekspor,” ujar Budi. Peningkatan itu terutama dipicu oleh lonjakan ekspor gas yang melejit.
“Peningkatan pada komponen ekspor migas didorong oleh ekspor gas yang tumbuh 77,45 persen (yoy), di tengah penurunan ekspor hasil minyak yang terkontraksi 44,64 persen (yoy),” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo