Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ngopi Bareng, Pengurus ALFI Balikpapan Dorong Sinergi Seluruh Unsur Kepelabuhanan

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 10 Desember 2025 | 20:16 WIB
OPTIMISTIS: Pelaku usaha logistik Balikapapn menggelar diskusi terbuka bertajuk Ngopi Bareng Bersama Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), di Zurich Hotel Balikpapan, Selasa (10/12).
OPTIMISTIS: Pelaku usaha logistik Balikapapn menggelar diskusi terbuka bertajuk Ngopi Bareng Bersama Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), di Zurich Hotel Balikpapan, Selasa (10/12).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah berbagai penyesuaian anggaran dan efisiensi pemerintah di sektor transportasi laut, pelaku usaha logistik Kota Minyak mencoba menjaga optimisme melalui diskusi terbuka bersama pemangku kepentingan kepelabuhanan.

Momentum ini terlihat dalam acara Ngopi Bareng Bersama Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)/Indonesian Logistics and Forwarder Association (ILFA) dan unsur kepelabuhan, Selasa (10/12) di Zurich Hotel Balikpapan, yang digelar sebagai ajang penyampaian aspirasi sekaligus evaluasi akhir tahun.

Seusai acara Ketua DPC ALFI/ILFA Balikpapan Firman Tola menuturkan, bahwa kegiatan tersebut penting untuk menjaga komunikasi langsung antara asosiasi dan instansi pelabuhan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kendala di lapangan bisa disampaikan tanpa jarak. Ini kesempatan bagi anggota untuk bicara langsung dengan stakeholder dan mencari solusi bersama,” ucapnya.

Acara yang dihadiri KSOP, Dishub, Pelindo, KKT, serta perwakilan pelayaran itu memuat berbagai diskusi teknis, mulai dari operasional bongkar muat hingga alur pelayanan kontainer. Waktu yang terbatas tidak mengurangi antusiasme anggota dalam menyampaikan persoalan, terutama mengenai efisiensi yang menjadi tuntutan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Selain unsur pelabuhan, hadir pula perwakilan Bank BTN yang menawarkan dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha logistik. Kerja sama ini dinilai potensial membantu perusahaan meningkatkan armada maupun memperkuat modal kerja.

“Dukungan pembiayaan ini sangat berarti, terutama bagi anggota yang ingin meningkatkan kapasitas usahanya untuk tahun depan,” ujar Firman.

ALFI melihat tahun 2026 sebagai periode transisi menuju perbaikan layanan dan percepatan kinerja logistik. Meski beberapa sektor mengalami perlambatan, kebutuhan kargo tetap stabil. “Selama masyarakat membutuhkan barang, kebutuhan logistik tidak akan hilang. Itu yang membuat kami tetap optimistis,” katanya.

Sugino, yang menjabat sebagai Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut KSOP Balikpapan memang tidak berbicara banyak, dirinya hanya menyampaikan bahwa hasil diskusi ini akan disampaikan ke pimpinan agar dapat dilanjutkan, baik turut mengadakan pula diskusi maupun penanganan lebih lanjut lagi.

Adapun mengenai keluhan terhadap keberada odol maupun kegiatan bongkar muat di jalan, Kepala Seksi (Kasi) Kepelabuhanan dan Kebandarudaraan Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan Fajar Ferdian mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan semakin intens untuk kegiatan penertiban.

Hadir pula, Direktur Utama PT PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) sekaligus Plh Direktur Operasi dan Teknik Enriany Muis yang turut menjawab beberapa pertanyaan, diantaranya kondisi infrastruktur. Pada tahun ini, KKT melaksanakan beberapa kegiatan.

Termasuk diantarnya melaksanakan pekerjaan extension sitting plate (dudukan peti kemas) dan peninggian causeway (jalan penghubung ke trestle) untuk meningkatkan kapasitas lapangan penumpukan peti kemas sekaligus memperkuat aspek keselamatan serta meminimalkan potensi kerusakan alat.

Selain peningkatan kapasitas penumpukan, KKT juga melaksanakan leveling causeway terhadap trestle. Peninggian ini dilakukan karena terdapat perbedaan elevasi yang cukup tinggi antara kedua area tersebut, yang sering dikeluhkan oleh pengguna jasa angkutan.

Perbedaan ketinggian ini, kata Enriany, menimbulkan hentakan pada truk pengangkut peti kemas saat melintas dan berisiko merusak alat operasional.

“Ketika truk bermuatan peti kemas melewati area yang tidak rata, terjadi hentakan keras di bagian chassis. Jika dibiarkan, hal ini bisa merusak alat dan memperlambat kegiatan bongkar muat,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyampaikan kerusakan ruas jalan Karang Joang-Kaltim Kariangau Terminal (KKT) sepanjang 13 kilometer kembali menjadi perhatian serius. Akses yang sejak 2022 berstatus jalan nasional itu berlubang dan bergelombang.

"Dari kami sudah berusaha dan beberapa kali berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim. Mengingat kondisi jalan menghambat kelancaran distribusi barang, sekaligus membahayakan keselamatan pengguna. Terlebih jalur itu adalah urat nadi logistik menuju Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau, Kawasan Industri Kariangau (KIK), serta menjadi salah satu akses strategis menuju Ibu Kota Nusantara (IKN)," ujarnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#logistik #efisiensi #anggaran #transportasi laut #pelaku usaha #alfi