KALTIMPOST.ID-Data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan memperlihatkan bahwa jumlah kapal yang datang naik baik secara bulanan maupun tahunan.
Kunjungan kapal dalam negeri di Pelabuhan Balikpapan menunjukkan pertumbuhan pada Oktober 2025.
“Kenaikan kunjungan kapal domestik pada Oktober menunjukkan arus logistik yang semakin intens, terutama untuk distribusi regional,” ungkap Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.
Dia menyebut peningkatan tersebut sebagai sinyal penting menguatnya pergerakan rantai pasok laut.
Selain itu, BPS mencatat kunjungan kapal dalam negeri mencapai 1.853 unit pada Oktober 2025.
Angka itu naik 13,82 persen dibandingkan September 2025, dan secara tahunan tumbuh 29,49 persen dibanding Oktober 2024.
Meski demikian, total gross register tonnage (GRT) kapal yang datang tercatat 5.023.112 GRT, turun 24,82 persen dibanding tahun sebelumnya.
Penurunan GRT menandakan perubahan jenis kapal yang beroperasi, di mana lebih banyak kapal berukuran menengah ketimbang kapal besar.
“Frekuensi kapal meningkat, tetapi ukuran kapal bervariasi. Itu normal, karena keperluan distribusi bisa berubah sesuai jenis barang atau rute pengiriman,” kata Marinda.
Tidak hanya angkutan domestik, kapal luar negeri yang masuk Balikpapan juga bertambah menjadi 54 unit atau naik 20 persen dibanding bulan sebelumnya. Total panjang kapal (LOA) yang tercatat mencapai 11.574, meningkat 25,19 persen.
Menurut Marinda, peningkatan itu menunjukkan Balikpapan tetap menjadi hub penting dalam aktivitas perdagangan luar negeri, terutama untuk komoditas industri dan logistik lintas negara.
Pada saat yang sama, mobilitas penumpang masih mencatat pola campuran. Penumpang turun sebanyak 30.294 orang, naik 2,54 persen dari September 2025, tetapi masih turun secara tahunan sebesar 9,25 persen.
Sementara itu penumpang naik mencapai 24.367 orang, meningkat 4,13 persen dari bulan sebelumnya.
“Mobilitas manusia kembali tumbuh, tetapi belum menyamai level tahun lalu. Sementara aktivitas kapal dan barang bergerak lebih cepat, sektor penumpang membutuhkan waktu stabilisasi yang lebih panjang,” ucap Marinda. (rd)
ULIL MUAWANAH
Editor : Romdani.