KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Meningkatnya minat masyarakat untuk berwisata pada momen libur panjang akhir tahun menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengelola Pantai Balikpapan Superblock (BSB).
Untuk memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga, pengelola menyiapkan strategi khusus dalam pengelolaan kebersihan, akses kawasan, hingga sistem tiket berbasis digital.
Peningkatan jumlah wisatawan sudah diantisipasi melalui penguatan sumber daya operasional, terutama pada sektor kebersihan. Penambahan personel kebersihan dilakukan dengan sistem sif agar area pantai, kuliner, dan fasilitas umum tetap terjaga sepanjang hari.
“Dalam menghadapi peningkatan jumlah pengunjung selama musim liburan, kami menambah personel kebersihan dan petugas operasional yang disiagakan secara bergiliran, khususnya pada jam-jam dengan tingkat kunjungan tertinggi,” jelas Content Creator BSB Pantai & Resto Bryan Langi.
Frekuensi pembersihan juga ditingkatkan, terutama di area publik dan titik-titik yang menjadi pusat aktivitas pengunjung. Selain itu, tempat sampah ditambah di sejumlah lokasi strategis guna mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertib. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pengelola untuk menjaga kenyamanan sekaligus kelestarian kawasan pantai.
Dari sisi kenyamanan dan keamanan, pengaturan sirkulasi pengunjung dan kendaraan turut dioptimalkan. Pengelola melakukan koordinasi intensif dengan pihak keamanan dan instansi terkait untuk memastikan operasional kawasan berjalan lancar, meskipun jumlah wisatawan meningkat signifikan.
Tidak hanya itu, Pantai BSB juga menerapkan sejumlah kebijakan baru guna mengantisipasi kemacetan dan antrean panjang. Salah satunya melalui uji coba sistem pembayaran non-tunai atau e-money yang telah dilakukan sejak dua bulan terakhir. Sistem ini diharapkan dapat mempercepat proses transaksi dan mengurangi kepadatan di pintu masuk kawasan.
“Untuk memberikan kemudahan bagi pengunjung, pembelian tiket kini dapat dilakukan secara daring melalui platform Doomo maupun situs resmi pantaiBSB.com. Kami juga menambah jalur akses kendaraan sebagai bagian dari pengelolaan arus lalu lintas,” ujar Bryan.
Dengan konsep acara akhir tahun yang dikemas lebih meriah dan kreatif, pengelola berharap kebijakan tersebut dapat mendukung kelancaran aktivitas wisata tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung. Rangkaian Festival Akhir Tahun yang digelar selama sepekan juga menjadi sarana untuk mendistribusikan arus pengunjung agar tidak terpusat di satu waktu saja.
Selain berdampak pada sektor wisata, langkah-langkah tersebut turut memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk berpartisipasi aktif. Kolaborasi dengan tenant kuliner, komunitas, hingga hotel di kawasan BSB diharapkan mampu menciptakan ekosistem wisata yang berkelanjutan.
"Melalui penguatan kebersihan, pengaturan akses, dan pemanfaatan teknologi digital, Pantai BSB optimistis dapat menjadi destinasi masyarakat dalam merayakan libur Natal dan Tahun Baru, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah," tandasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo