Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Inflasi Kaltim 2025 Diprakirakan Terkendali, Tekanan Datang dari Cabai hingga Emas Perhiasan

Raden Roro Mira Budi Asih • Jumat, 19 Desember 2025 | 16:48 WIB
PENEKAN: Dari sisi volatile food, inflasi didorong oleh kenaikan harga cabai dan komoditas hortikultura lainnya. Dipengaruhi oleh prakiraan cuaca yang tidak stabil di daerah sentra produksi.
PENEKAN: Dari sisi volatile food, inflasi didorong oleh kenaikan harga cabai dan komoditas hortikultura lainnya. Dipengaruhi oleh prakiraan cuaca yang tidak stabil di daerah sentra produksi.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Laju inflasi Kalimantan Timur pada 2025 diprakirakan tetap berada dalam kisaran target, meski lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Bank Indonesia mencatat, peningkatan tekanan inflasi terutama bersumber dari kelompok core inflation dan volatile food.

Dijelaskan Kepala Kantor Perwakilan (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto, tekanan pada kelompok core inflation dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan dan sewa rumah, yang tidak terlepas dari ketidakpastian pasar keuangan global serta rencana perpindahan ASN ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Tekanan inflasi lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya terutama berasal dari kelompok core inflation, seperti emas perhiasan dan harga sewa rumah,” beber Budi.

Sementara itu, dari sisi volatile food, inflasi didorong oleh kenaikan harga aneka cabai dan komoditas hortikultura. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh prakiraan cuaca yang tidak stabil di daerah sentra produksi, baik di Jawa Timur, Sulawesi, maupun Kaltim.

Selain itu, percepatan implementasi program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong peningkatan permintaan pakan ternak dan ayam, yang memberikan tekanan tambahan pada inflasi pangan.

Meski demikian, Budi menilai tekanan inflasi administered prices relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu didukung oleh sejumlah kebijakan pemerintah, seperti diskon tarif listrik di awal tahun, penyesuaian harga LPG, penurunan tarif angkutan udara saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), serta penambahan rute dan jadwal maskapai baru.

Untuk menjaga inflasi tetap terkendali, TPID Kaltim terus mengimplementasikan berbagai inovasi pengendalian inflasi secara masif dan konsisten, terutama dalam kerangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Menjaga laju inflasi dalam kisaran target 2,5±1 persen (year-on-year/yoy). “Berbagai program TPID terus dijalankan untuk menjaga inflasi yang rendah dan stabil, khususnya pada bahan pangan strategis,” pungkasnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#inflasi Kaltim 2025 #Budi Widihartanto #BI Kaltim