KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balikpapan Selatan tidak hanya memberi manfaat bagi pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang luas.
Program ini dinilai mampu membuka lapangan kerja dalam skala besar, terutama bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit mengakses pekerjaan.
Kepala SPPG Balikpapan Selatan Damai Baru Muhammad Refialdo KN menyebut, bahwa dari sisi relawan dapur saja, dampak ekonomi program ini sangat signifikan. Jika satu SPPG menyerap maksimal 47 relawan, maka dengan target nasional 30 ribu SPPG, potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai sekitar 1,2 juta orang.
“Kalau satu SPPG menyerap 47 relawan dan targetnya 30 ribu, berarti ada sekitar 1,2 juta relawan yang terserap. Itu dampaknya besar sekali terhadap perputaran ekonomi,” tuturnya.
Refialdo mengungkapkan, banyak relawan yang bergabung berasal dari kalangan non-skill atau masyarakat tanpa keahlian khusus. Program MBG menjadi pintu masuk bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan.
“Banyak relawan datang dan bilang ke kami, ‘Mas, saya sebenarnya non-skill’. Ternyata memang banyak orang yang mau bekerja tapi tidak punya skill. Program ini akhirnya mengakomodir mereka,” katanya.
Ia menambahkan, mayoritas relawan dapur merupakan ibu-ibu berusia 45 tahun ke atas yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pekerjaan. Melalui MBG, mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga mendapatkan pelatihan dan pengakuan.
“Pas pertama running itu saya terharu. Banyak ibu-ibu usia 45 tahun ke atas akhirnya bisa bekerja dan merasa dihargai,” tutur Refialdo.
Untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan, seluruh relawan wajib mengikuti pelatihan bersertifikat penjamah makanan sebelum dapur beroperasi. Pelatihan ini mencakup standar operasional prosedur produksi, mulai dari penanganan bahan baku hingga penyajian makanan.
“Relawan bukan sekadar masak. Mereka sudah dibekali pelatihan penjamah makanan. Ada standar bagaimana menyiapkan makanan yang sehat dan aman untuk anak-anak. Kualitas dan keamanan itu tanggung jawab kami,” tegasnya.
Selain menyerap tenaga kerja, program MBG juga memberdayakan pelaku usaha lokal, seperti peternak, nelayan, dan pekebun, yang menjadi pemasok bahan baku dapur. Dengan demikian, manfaat ekonomi program ini dirasakan dari hulu hingga hilir.
Menghadapi rencana perluasan penerima manfaat, SPPG Balikpapan Selatan kini fokus memperkuat kekompakan tim dan meningkatkan kapasitas relawan, khususnya pada titik kritis seperti persiapan bahan baku dan proses porsi makanan.
Melalui pendekatan terstruktur dan dampak sosial yang luas, Program Makan Bergizi Gratis di Balikpapan Selatan berkembang menjadi lebih dari sekadar program gizi, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
“Kami terus membangun chemistry tim dan meningkatkan pelatihan. Karena semakin besar programnya, semakin kompleks juga operasionalnya,” pungkas Refialdo. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo