Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pembangunan Rumah Pribadi Milenial Dorong Permintaan Jasa Arsitek Tahun 2026

Nasya Rahaya • Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:48 WIB
INSPIRATIF: Warga Samarinda sekarang dinilai mulai melek arsitektur dan ingin menggunakan jasa arsitek sebelum membangun rumah impian.
INSPIRATIF: Warga Samarinda sekarang dinilai mulai melek arsitektur dan ingin menggunakan jasa arsitek sebelum membangun rumah impian.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pasar arsitektur rumah pribadi di Samarinda diprediksi tetap panas pada 2026. Generasi milenial dan Gen Z kini ramai mencari jasa arsitek untuk merancang hunian impian mereka, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya desain yang matang sebelum pembangunan.

Menurut Yuliana Dwi Purwanti, pemilik PT Urban Design Borneo, tren ini terlihat dari lonjakan konsultasi rumah pribadi sejak akhir 2025.

“Kalau dilihat dari antusiasme akhir tahun ini, untuk 2026 proyek kami condong ke rumah-rumah pribadi. Warga Samarinda sekarang mulai melek arsitektur dan ingin menggunakan jasa arsitek sebelum membangun rumah impian,” ujarnya.

Fenomena ini didorong oleh arus inspirasi dari media sosial. Generasi milenial mencari hunian dengan ruang komunal terbuka, menggabungkan dapur, ruang makan dan keluarga. Sementara Gen Z cenderung memilih konsep rumah tumbuh, membangun tahap demi tahap sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Namun, ledakan informasi di TikTok dan Instagram menghadirkan dilema tersendiri. Banyak desain viral terlihat menarik, tetapi tidak selalu aman secara teknis. Yuliana menekankan pentingnya kredibilitas arsitek dalam mendidik klien agar hunian yang dibangun tidak sekadar mengikuti tren visual.

“Tantangan terbesar kami adalah melawan informasi palsu di media sosial. Banyak klien tergiur desain murah atau viral, padahal kualitas dan teknik konstruksi tidak dijamin,” katanya.

Untuk menjawab peluang dan tantangan ini, PT Urban Design Borneo fokus memperkuat portofolio, meningkatkan kualitas desain dan memanfaatkan media sosial untuk membangun kepercayaan. Selain itu, mereka memberi bonus musiman dan menjaga komunikasi intensif dengan klien agar proyek berjalan lancar.

Yuliana menambahkan, edukasi klien penting agar mereka memahami bahwa rumah yang dirancang arsitek bukan sekadar estetika.

“Bangunan itu seni sekaligus investasi. Perencanaan matang membuat biaya lebih efisien, sementara kualitas dan detail tetap terjaga. Arsitek yang profesional punya pengalaman dan standar, sehingga hasilnya jauh berbeda dari sekadar mengikuti tutorial di media sosial,” ujarnya.

Di sisi regulasi, Yuliana menyoroti perlunya kesadaran masyarakat tentang koefisien dasar bangunan dan ruang resapan. Meski aturan ada, praktik di lapangan sering berbeda, berpotensi menambah risiko banjir di Samarinda. Menurut dia, kombinasi kredibilitas arsitek dan edukasi klien menjadi kunci agar hunian tidak hanya indah, tetapi juga aman dan berkelanjutan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#arsitektur #generasi z #generasi milenial #jasa arsitek #rumah