KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Minat masyarakat Kalimantan Timur terhadap investasi saham kian menguat sepanjang 2025. Hingga Oktober 2025, jumlah investor saham kembali mencatatkan pertumbuhan, seiring melonjaknya nilai transaksi di pasar modal.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (OJK Kaltim-Kaltara) Parjiman menyampaikan, jumlah investor saham yang tercermin dari Single Investor Identification (SID) saham pada Oktober 2025 mencapai 150.532 SID.
“Jumlah investor saham yang tercermin dalam jumlah Single Investor Identification (SID) saham periode Oktober 2025 meningkat 3,86 persen dibandingkan posisi September 2025,” ujar pria yang karib disapa Jimmy itu.
Peningkatan jumlah investor tersebut berjalan seiring dengan lonjakan nilai transaksi saham. Pada Oktober 2025, total nominal transaksi saham tercatat Rp6,29 triliun, meningkat tajam dibandingkan triwulan sebelumnya.
Berdasarkan data OJK, tren kenaikan transaksi saham terlihat konsisten sepanjang 2025. Nilai transaksi saham pada Maret 2025 tercatat Rp1,56 triliun, meningkat menjadi Rp2,38 triliun pada Juni 2025, naik lagi menjadi Rp3,43 triliun pada September 2025, dan melonjak signifikan pada Oktober 2025.
“Penyumbang investor saham terbesar pada periode ini berada di Balikpapan dan Samarinda, yaitu masing-masing sebesar 45.874 SID dan 42.201 SID,” ungkapnya.
Selain dua kota tersebut, kontribusi investor saham juga datang dari kabupaten dan kota lain. Kutai Kartanegara tercatat memiliki 17.259 SID saham, diikuti Bontang sebanyak 10.728 SID dan Kutai Timur 10.645 SID.
Selanjutnya, Berau menyumbang 7.205 SID saham, Paser sebanyak 6.460 SID, Penajam Paser Utara 4.968 SID, dan Kutai Barat tercatat memiliki 4.892 SID saham. Adapun Mahakam Ulu menjadi daerah dengan jumlah SID saham paling sedikit, yakni 300 SID. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo