Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Inflasi di Kaltim pada Desember Tembus 2,68 Persen, Ini Komoditas yang Jadi Penyebab

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 5 Januari 2026 | 17:22 WIB
SUMBANG: Angkutan udara turut jadi penyumbang inflasi tahunan pada Desember 2025.
SUMBANG: Angkutan udara turut jadi penyumbang inflasi tahunan pada Desember 2025.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Perkembangan harga berbagai komoditas di Kalimantan Timur sepanjang Desember 2025 menunjukkan kecenderungan meningkat. Secara tahunan, inflasi tercatat masih terjaga, namun tekanan harga dari sejumlah kelompok pengeluaran utama tetap menjadi perhatian.

Dijelaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur Yusniar Juliana, hasil pemantauan BPS di empat kabupaten/kota menunjukkan inflasi tahunan pada Desember 2025 mencapai 2,68 persen.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kaltim di 4 kabupaten/kota, pada Desember 2025 terjadi inflasi year on year (yoy) 2,68 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,93 pada Desember 2024 menjadi 109,80 pada Desember 2025,” ujarnya.

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan dan kumulatif sepanjang tahun. “Tingkat inflasi month to month (mtm) Desember 2025 sebesar 0,71 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) Desember 2025 sebesar 2,68 persen,” kata Yusniar.

Inflasi tahunan tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tertinggi 4,72 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 12,55 persen, pendidikan 2,80 persen, transportasi 1,79 persen, kesehatan 1,41 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 1,33 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,68 persen.

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks. Penurunan terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki 1,43 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,04 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,22 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,32 persen.

Berdasarkan andil inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 1,40 persen. Kontributor lainnya berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,82 persen, transportasi 0,24 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,18 persen, pendidikan 0,12 persen, kesehatan 0,04 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya 0,02 persen.

Sementara itu, kelompok yang memberikan andil deflasi secara tahunan antara lain pakaian dan alas kaki 0,06 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,05 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,01 persen.

Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan pada Desember 2025 meliputi emas perhiasan, beras, ikan layang/ikan benggol, sigaret kretek mesin, angkutan udara, kopi bubuk, cabai rawit, daging ayam ras, minyak goreng, bawang merah, bensin, hingga jasa pendidikan.

Sementara untuk inflasi bulanan, komoditas yang paling berpengaruh antara lain daging ayam ras, angkutan udara, cabai rawit, bawang merah, emas perhiasan, bensin, serta sejumlah komoditas pangan segar. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#komoditas #kaltim #inflasi